Puasa: Apa yang Terjadi Dalam Tubuh Anda, dan Antisipasi yang Bisa Dilakukan

Puasa merupakan ritual yang harus dijalani oleh umat Islam di seluruh dunia, dengan adanya puasa, rutinitas kitapun akan berubah dan banyak pertanyaan yang masuk kepada saya menjelang masa puasa ini. Bacalah artikel di bawah untuk mengetahui pertanyaan yang mungkin juga ada di benak Anda.

Artikel ini akan membahas antara lain poin-poin atau pertanyaan di bawah ini:

  1. Bagaimana bisa tetap berlatih? Adakah waktu yang terbaik?
  2. Olah raga apa yang paling disarankan selama masa puasa?
  3. Bagimana dengan penderita penyakit seperti kencing manis, atau sakit maag, adakah hal khusus untuk diperhatikan?
  4. Bagaimana mengatur makan dan makanan apa yang baik untuk dikonsumsi.

Prinsipnya, puasa adalah momentum yang sangat baik bagi para fitnesmania, mengapa? Karena selama menjalankan puasa, terjadi perubahan drastis dalam pola asupan kalori, hal ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan efek kejut (shock therapy) bagi metabolisme badan kita dalam membakar lemak lebih banyak. Bila kita sudah masuk dalam fase plateu yang ditandai dengan stagnasi penambahan otot atau pengurangan lemak, badan kita mengalami penyesuaian dalam pembakaran lemak sesuai dengan jumlah kalori yang kita makan, sehingga cara ini adalah cara yang efektif untuk mencapai tujuan kita. Namun perlu diingat, sering kegagalan memanfaatkan momentum ini adalah pada saat berbuka yang diikuti dengan konsumsi kalori berlebihan sebagai kompensasi.

Kembali pada pertanyaan diatas, apakah bisa berlatih selama puasa? Pada saat puasa justru disarankan untuk melakukan olah raga secara rutin, namun harus dipilih waktu dan jenis olah raga. Pada periode sahur dan berbuka, disarankan untuk olah raga ringan seperti jalan cepat sedangkan pada periode Isya, (mungkin setelah pulang tarawih) silahkan menghajar dumbell dan barbell kembali. Perlu diingat disini, olahraga ringan saat puasa justru akan membantu anda dalam menahan lapar. Dengan anda terus aktif sistem adrenergik anda bertahan tinggi dan akan menekan produksi asam lambung yang mengakibatkan rasa perih di perut.

Puasa akan menjadi problem yang cukup berat bagi para penderita penyakit kencing manis dan sakit maag, namun hal ini juga bukan merupakan suatu halangan untuk berpuasa dengan beberapa catatan tentunya. Bagi para penderita kencing manis yang menggunakan insulin, merupakan kondisi medis yang dapat membatalkan puasa/ kondisi safar karena membahayakan jiwa, sedangkan pengguna obat oral, perlu dilakukan penyesuaian dosis dan waktu minum obat. Bagi para penderita sakit maag, yang terpenting adalah pengaturan makan yang tepat pada saat Isya dan penggunaan obat untuk menekan produksi asam lambung.

Bagaimana diet yang baik selama berpuasa? Pola makan harus mendapat perhatian khusus, terutama bagi penderita maag. Perlu diingat bahwa pola makan yang berlebihan sering terjadi selama bulan puasa, sehingga akan mengganggu program fitnes kita. Pada saat awal berbuka, jangan langsung menyantap hidangan dalam porsi besar. Selama ini sudah sering dianjurkan untuk berbuka dengan yang manis, namun perlu diperhatikan untuk tetap tidak berlebihan. Lonjakan gula secara mendadak dapat mencetuskan pengeluaran insulin yang diikuti kondisi hipoglikemia. Kurma adalah pilihan tepat untuk berbuka, dengan kadar glukosa yang tinggi disertai serat yang cukup. Disarankan untuk makan besar adalah setelah sholat maghrib, mengapa? Setelah konsumsi makanan pembuka seperti kurma, diperlukan waktu beberapa saat untuk meningkatkan kadar gula darah, sehingga pada saat setelah sholat Maghrib, kadar gula sudah mulai naik dan rasa lapar dapat ditekan, sehingga porsi makan besar tidak berlebihan. Porsi makanan berlebihan akan mengakibatkan rasa tidak nyaman di lambung anda.

Berolah raga disarankan minimal setelah 3 jam anda menyantap hidangan besar, hal ini diperlukan untuk memberi waktu transit makanan di lambung. Anda bisa bernagkat ke gym setelah pulang tarawih, atau berolah raga di rumah bagi yang memiliki peralatan sendiri.

Sahur adalah waktu yang sangat penting bagi tubuh anda selama berpuasa, konsumsilah makanan dengan kadar lemak yang rendah dan tinggi karbohidrat kompleks serta protein yang cukup untuk menopang kebutuhan kalori sehari. Karbohidrat kompleks antara lain oatmeal, roti gandum atau beras merah, sedangkan sumber protein yang baik adalah ikan atau telur. Hindari makanan berlemak karena dapat menimbulkan rasa tidak nyaman selama berpuasa.

Selamat berpuasa,

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes