Sprout: A Health Improver (Bagian 3)

Sprout

Seperti janji saya di artikel bagian 2 beberapa waktu yang lalu, kali ini saya akan memberikan tips bagi Anda yang ingin membuat kecambah sendiri di rumah. Dan satu lagi, saya juga akan berikan saran menyajikan berbagai jenis kecambah dalam beberapa macam pengolahan.

Tips dan Cara Membuat Kecambah
Sebenarnya kecambah bisa dibuat di rumah kita sendiri, tetapi resiko kemungkinan tidak berhasil dan tercemar dengan bahan-bahan berbahaya dan mikroorganisme cukup besar. Oleh karena itu beberapa perusahaan mulai memproduksi kecambah dengan menerapkan prinsip-prinsip higienis dan GMP (Good Manufacturing Practices).

Kecuali tauge (kecambah kacang hijau), kecambah biji yang lain memang sulit ditemukan di pasaran Indonesia. Akan tetapi bahan makanan yang satu ini seperti yang saya bilang tadi bisa juga ditumbuhkan di rumah untuk konsumsi sendiri. Cara membuatnya pun cukup mudah tetapi waktu panennya agak lama yaitu sekitar 3-5 hari. Berikut ini cara membuat kecambah di rumah.

  1. Siapkan biji yang akan dikecambahkan. Pilih biji yang berkualitas baik dan bersih dari kotoran. Untuk lebih idealnya gunakan biji yang organik. Cuci bersih.
  2. Rendam biji tersebut selama 8-12 jam. Jumlah biji tergantung dari kebutuhan. Biji akan mengembang beberapa kali dari ukuran sebenarnya. Oleh karena itu perlu diperhatikan jumlah airnya. Gunakan perbandingan 1 banding 2-3 atau dengan kata lain lain 1 bagian biji menambahkan air 2-3 bagian. Biji harus dalam keadaan terendam. Gunakan air bersih yang sudah matang untuk menghindari kontaminasi mikroba.
  3. Keluarkan dari rendaman, tiriskan dan letakkan dalam keranjang. Keranjang berisi biji tersebut di letakkan di atas ember atau penampung air. Peralatan yang digunakan harus bersih dan tidak terbuat dari bahan-bahan yang mudah berkarat. Tutup dengan kain kassa atau kain saring yang bersih dan jangan sampai terkena matahari langsung. Kondisi gelap membantu pertumbuhan kecambah.
  4. Basahi/siram biji-bijian tersebut setiap 6-8 jam. Gunakan air bersih yang sudah matang. Penyiraman mulai dikurangi setelah dua hari.
  5. Biji mulai berkecambah antara 3-5 hari tergantung dari jenis dan kualitas bijinya.
  6. Setelah itu kecambah sudah bisa dipanen dengan terlebih dahulu membilasnya dengan air bersih yang sudah matang. Ciri-ciri kecambah yang sudah bisa dipanen yaitu kulit bijinya sudah pecah dan tumbuh kecambah berwarna hijau yang berasal dari warna daun kecil dan warna hijau muda batang kecambah.
  7. Kecambah bisa langsung digunakan atau disimpan dalam tempat tertutup dalam pendingin. Dalam penyimpanan yang bersih dan dingin, kecambah bisa tahan sampai 1 minggu.

Kecambah yang bisa meningkatkan kualitas kesehatan kita ini bisa digunakan untuk berbagai jenis makanan dan minuman. Sebagai penutup tulisan mengenai sprout ini, berikut saya sertakan tabel mengenai saran penyajian kecambah.

Tabel Saran Penyajian Kecambah Dalam Pengolahan

Kecambah Jenis makanan/minuman
  Salad Tumis Kukus Sandwich Campuran jus Sop garnish Campuran sushi
Alfalfa Ok     Ok Ok    
Brokoli Ok Ok Ok   Ok    
Tauge (mung bean) Ok Ok Ok     Ok  
Lobak Ok     Ok   Ok Ok
Dou Miao Ok Ok Ok Ok      
Lentil Ok Ok Ok     Ok  
Bawang Ok Ok Ok Ok   Ok  
Clover Ok Ok Ok Ok    

Sumber: Bionic Farm (www.bionicorganicfarm.com).

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes