Lemak Jenuh Juga Bermanfaat lho!

Lemak jenuh juga bagian penting dari rencana diet sehat, namun sayangnya kebanyakan dari kita tidak mengetahui nilai asupan yang tepat untuk lemak jenuh ini.

Ternyata Lemak Jenuh Juga Bermanfaat lho

Lemak memainkan peran dalam berbagai proses penting pada tubuh, seperti misalnya sekresi adipokine, pembentukan membran, perlindungan organ, dan menyimpan atau melepaskan energi.

Dalam artikel ini kita akan mempelajari manfaat dan nilai asupan lemak jenuh yang tepat bagi tubuh.

Karena banyak para pelaku diet dan juga fitnes mania memiliki ketakutan irasional terhadap lemak jenuh dan berusaha untuk membatasi asupan lemak tersebut, sehingga membatasi makanan seperti susu penuh lemak, kuning telur, mentega, daging berlemak, kelapa, dan lain-lain.

Apa itu asam lemak jenuh?

Asam lemak jenuh adalah lemak bersifat non essensial yang terdiri dari rantai hidrokarbon dan tidak memiliki ikatan ganda.

Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom karbon penyusun, berbeda dengan asam lemak tak jenuh yang memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di antara atom karbon penyusun.

Kelompok asam lemak jenuh

Asam lemak jenuh terbagi menjadi tiga kelompok yaitu :

1. Asam lemak rantai pendek (jumlah atom 2-6)

2. Asam lemak rantai sedang (jumlah atom 7-11)

3. Asam lemak rantai panjang (jumlah atom (12 keatas)

Asam lemak jenuh yang memiliki rantai pendek dan sedang lebih mudah dicerna dibandingkan yang memiliki rantai panjang.

Salah satu alasan mengapa sumber lemak tertentu seperti mentega tetap membeku pada suhu ruang, disebabkan oleh titik leleh lemak jenuh cenderung tinggi.

Misalnya pada suhu ruangan 25 derajat Celcius, mentega akan tetap membeku, sebaliknya pada asam lemak tak jenuh yang kebanyakan berasal dari lemak nabati akan tetap mencair pada suhu tersebut, dan akan membeku pada suhu dingin.

Dalam proses penyerapan asam lemak rendah dan sedang, sistem pencernaan tubuh memerlukan penyerapan pasif kedalam darah melalui pembuluh darah pada usus dan kemudian menjadi energi.

Berbeda dengan metabolisme asam lemak rantai panjang, yang akan mengalami proses emulsi terlebih dahulu dengan bantuan enzim dari pankreas yang diuraikan menjadi sel lebih kecil (asam lemak bebas) dan baru dapat diserap oleh dinding usus dan masuk ke aliran darah dalam bentuk lipoprotein yang akan diangkut ke hati untuk di ubah menjadi energi, kolesterol, dan sisanya ditimbun pada jaringan lemak.

Jadi dalam hal ini SCT’s (Short Chain Triglycerides) dan MCT (Medium Chain Triglycerides) berfungsi sebagai sumber energi yang lebih baik, karena memiliki metabolisme yang lebih sederhana.

SCTs banyak ditemukan dalam lemak susu sapi, kambing, dan domba, sedangkan kelapa merupakan sumber yang kaya akan MCT.

Jadi berapa banyak lemak jenuh yang harus di konsumsi?

Pada dasarnya kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda tergantung tujuan dari masing-masing orang, dan tidak ada nilai pasti berapa harus mengonsumsi asupan lemak jenuh.

Namun, sebagai acuan secara umum, orang yang aktif harus mendapatkan nilai asupan lemak jenuh sekitar 25% dari nilai asupan lemak yang disarankan. Misalnya, Anda harus menerima total asupan lemak 80g sehari, berarti sekitar 20g diantaranya harus mengandung lemak jenuh.

Pengecualian untuk aturan tersebut berlaku bagi orang yang sedang mengikuti diet rendah karbohidrat, ini dikarenakan diet karbohidrat rendah cenderung harus mendapatkan asupan lemak tinggi.

Sebaliknya, jika orang melakukan diet rendah lemak(kurang dari 30-40g lemak), mereka harus mendapatkan asam lemak jenuh sekitar 30-40% diantara nilai asupan lemak mereka.

Jadi sebenarnya, lemak jenuh juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh, apabila dikonsumsi seimbang sesuai kebutuhan. (boy)

BACA JUGA : Suplemen Pembakar Lemak Terbaik untuk Maksimalkan Diet Anda

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes