Osteoporosis Bisa Dicegah!

Ketika kita mendengar kata osteoporosis, kita biasanya akan berpikir bahwa kondisi dimana meningkatnya kerapuhan tulang tersebut hanya mempengaruhi orang yang berusia lanjut saja.
osteoporosis2

Namun menurut American Academy of Pediatrics, yang menjadi faktor mendasar dari kondisi meningkatnya kerapuhan tulang tersebut terjadi saat usia dini dan remaja. Maka dari itu, American Academy of Pediatrics lebih menekankan pada pentingnya kesehatan tulang selama masa kanak-kanak.

Para peneliti dari American Academy of Pediatrics (AAP) mempublikasikan laporan mereka dalam jurnal Ilmu Kesehatan Anak, dimana mereka menggaris besarkan kepada strategi yang dapat digunakan oleh para dokter anak untuk membantu mereka dalam menjaga kesehatan tulang pada anak-anak.

Menurut para peneliti, osteoporosis merupakan penyebab utama dari penurunan produktivitas paruh baya diseluruh dunia. Pada tahun 2020, diperkirakan bahwa setengah dari jumlah total orang Amerika pada usia 50 tahun atau lebih tua akan beresiko menderita osteoporosis.

Meskipun kondisi ini sebelumnya hanya dianggap hanya sebagai salah satu tanda penuaan, para ahli medis sekarang mengatakan bahwa akar permasalahan dari osteoporosis ini terletak pada masa kanak-kanak. Hal ini bertujuan agar langkah awal pencegahan bisa diambil.

Meskipun pembentukan mineral tulang dimulai sejak masa kehamilan, kandungan mineral tulang (BMC) akan meningkat 40 kali lipat sejak lahir hingga dewasa, dengan puncak pertumbuhan massa tulang pada akhir usia 20 tahun.

Sekitar 70% dari perbedaan yang terjadi pada massa tulang diwariskan secara genetik. Namun, para peneliti mencatat bahwa asupan nutrisi kalsium, vitamin D, protein, natrium, dan minuman bersoda merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi, serta olahraga, gaya hidup, menjaga berat badan ideal dengan status hormon yang normal.

Catatan peneliti, sekitar 99% dari total kalsium tubuh terdapat di tulang dan konsumsi susu pada masa kanak-kanak akan menentukan kadar tingginya BMC atau kandungan mineral tulang dan mengurangi risiko osteoporosis saat usia dewasa.

osteoporosis3

Anak – anak harus meningkatkan konsumsi kalsium dan vitamin D

Untuk penelitian lebih lanjut akan pentingnya kesehatan tulang dimasa kecil, para peneliti dari AAP mengadakan ulasan tentang pentingnya tulang pada masa pertumbuhan agar para dokter anak memberikan nasihat tentang pentingnya menjaga kesehatan tulang pada pasien mereka.
Tim menyatakan bahwa sumber gizi utama untuk bayi harus ASI – atau bisa dengan konsumsi susu formula hanya jika produksi ASI tidak layak. Sedangkan untuk sumber kalsium setelah tahun pertama adalah susu murni dan produk susu lainnya, yang mencakup 70-80% dari nilai asupan kalsium dan gizi harian.

Berdasarkan dari laporan mereka, para peneliti dari AAP merekomendasikan para dokter anak untuk menyarankan kepada anak-anak dan para remaja untuk meningkatkan konsumsi kalsium harian dan makanan dan minuman yang mengandung vitamin D, yang terdapat pada susu tanpa lemak dan yogurt rendah lemak.

The Institute of Medicine menyarankan untuk diet tinggi vitamin D, dan ini didukung oleh AAP. Sebagai bagian dari laporan mereka, tim peneliti mengatakan suplemen kalsium rutin tidak disarankan untuk anak-anak yang sehat tetapi asupan makanan yang mengandung kalsium perlu ditingkatkan. (ant)

BACA JUGA : Ternyata Kalsium tidak Hanya Baik untuk Tulang

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes