pikun, pelupa

Pikun di Usia Muda? Ini Cara mengatasinya!

Manusia, dalam bahasa Arab sering disebut dengan istilah Maa Nusia, yang secara bahasa berarti apa yang lupa. Maka, menjadi maklum apabila seorang manusia kadang kala ada pada keadaan lupa. Kemudian, apakah masih bisa dianggap maklum apabila seseorang terlalu sering lupa? Atau melupakan sesuatu?
FORGET

Beberapa ahli kesehatan memaparkan bahwa intensitas lupa yang terlalu sering mengindikasikan ada yang tidak beres dengan sistem kerja otak. Artinya, ada sesuatu yang membuat yang membuat otak kita lemah untuk mengingat sesuatu seperti orang yang sudah tua alias pikun.

Bagaimana Pikun Bisa Terjadi?

Penyakit pikun yang dulu identik dengan usia senja, kini penyakit yang menurunkan memori otak ini pun sudah mulai menyerang para kawula muda. Penyakit lupa di usia muda salah satunya disebabkan gaya hidup yang tidak sehat. Jangankan menjaga dan merawat otak, gaya hidup dan pola makan kita sering kali malah merusak dan menurunkan kerja otak.

Kesibukan dan tuntutan pekerjaan terkadang membuat orang sering tidak memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuhnya melalui makanan. Semuanya itu membentuk gaya hidup “asal kenyang” dan “asal enak” serta terbiasa mengonsumsi makanan instan yang banyak mengandung pengawet, pewarna, dan perasa sehingga banyak yang tidak memedulikan asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kualitas Tidur Ikut Tentukan Kualitas Otak

Merokok dan mengonsumsi zat adiktif seperti narkoba, menyebabkan penyakit-penyakit kronis untuk tubuh seperti kanker atau stroke dan memicu penuaan dini. Salah satu ciri penuaan dini yang terjadi adalah menurunnya daya ingat. Selain itu, istirahat yang cukup dapat membantu meningkatkan fungsi kerja otak.

Pekerjaan atau tawaran hiburan terkadang membuat kita lupa waktu dan lupa untuk beristirahat, termasuk lupa tidur. Saat tidur itulah tubuh beristirahat, melakukan regenerasi sel yang rusak dan normalisasi, termasuk otak. Akan tetapi, tak hanya jatah tidur saja yang perlu untuk diperhatikan, kualitas tidur pun harus sangat dijaga. Tidur yang berkualitas adalah tidur yang tanpa dengkuran.

Kontrol Emosi untuk Tingkatkan Fungsi Otak

Hal juga patut diperhatikan untuk menjaga fungsi kerja otak adalah kemampuan untuk mengontrol emosi dan menghindarkan diri dari stres. Stres, akan memicu ketegangan di otak dan membuat energi otak habis. Itu sebabnya pada orang stres sering kali muncul istilah pikiran buntu. Seseorang yang mengalami stres biasanya tidak dapat berpikir jernih atau normal karena otaknya kewalahan dan kehabisan energi termasuk saat harus mengingat atau mencari informasi di otak. Stres yang berlebihan juga dapat memacu pelepasan hormon kortisol yang akan mengganggu ingatan.

Konsumsi Makanan Bernutrisi

Jika Anda ingin meningkatkan daya otak dan memaksimalkan memori, konsumsi makanan bernutrisi terutama yang mengandung vitamin niasin akan sangat membantu, seperti daging bebek Peking dan kacang hijau. Nutrisi tertentu dalam makanan juga diketahui dapat memperbaiki sel-sel otak dan melawan peradangan yang dikaitkan dengan peningkatan risiko pikun.

Jangan lupa juga untuk selalu menambahkan makanan yang baik dalam otak dalam menu makanan Anda sehari-hari, seperti, kuning telur. Makanan untuk perkembangan otak dan memori melimpah di kuning telur. Inilah mengapa anak di bawah usia tujuh tahun dianjurkan mengonsumsinya, karena area yang memengaruhi daya ingat masih berada pada tahap awal pengembangan.

Kubis, brokoli, dan bunga kol juga baik untuk otak karena berisi vitamin anti-penuaan untuk otak. Selain mengonsumsi makanan bernutrisi, Anda juga bisa melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan produktivitas fungsi otak. Seperti meningkatkan kebiasaan menulis, mengisi TTS, atau bermain game dan catur. Penelitian menunjukkan bahwa bermain game dapat melatih otot otak Anda dan meningkatkan kemampuan memori Anda.

Itulah sebabnya, permainan-permainan di atas dapat menjadi rekomendasi bagi Anda yang ingin mengasah otak agar terhindar dari pikun. (gie)

BACA JUGA: Hindari Insomnia dengan Perhatikan Kualitas Tidur Anda!

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes