Sendawa setelah makan

Sering Sendawa Setelah Makan?

Apakah Anda termasuk orang yang sering bersendawa setelah makan? Pastinya Anda akan menahan malu jika terus bersendawa setelah selesai makan. Buang angin, bersendawa, atau perut kembung adalah keadaan normal tubuh ketika Anda terlalu banyak menelan udara dan minum minuman berkarbonasi.

Jendela Sendawa

Sering atau jarangnya Anda bersendawa tergantung pada makanan yang Anda makan, dan hal ini berbeda-beda pada setiap orang. Bersendawa juga bisa disebabkan karena Anda menelan udara bersamaan di waktu makan ataupun minum.

Udara akan menumpuk di perut dan akan dikeluarkan tanpa disertai makanan dan asam melalui tenggorokan. Meskipun bersendawa adalah tanda bahwa tubuh Anda berfungsi dengan normal, akan tetapi dalam beberapa kondisi, sendawa bisa menjadi tanda adanya penyakit dalam tubuh Anda.

Berikut beberapa penyakit yang bisa diindikasikan lewat sendawa Anda:

1. Dispepsia

Dyspepsia merupakan kumpulan gejala penyakit yang berkaitan dengan saluran fungsi pencernaan Anda. Selain bersendawa atau bahkan muntah setelah makan, penyakit ini juga sering ditandai dengan perut kembung, mual, mulas, dan kurangnya nafsu makan. Merokok, stres, minum minuman beralkohol, dan obat-obatan seperti aspirin dapat memicu gejalanya.

2. Tukak Lambung

Dispepsia juga bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki luka di perut. Tukak lambung ini juga bisa mempengaruhi bagian perut dan usus halus. Meskipun obat non steroid yang mengandung anti peradangan bisa menyebabkan luka di lambung Anda, akan tetapi bakteri yang disebut H. pylori lah yang menyebabkan luka lambung pada umumnya. Sering muntah dan bersendawa setelah makan bisa memperparah luka lambung yang ada pada diri Anda.

3. Gangguan Kerongkongan

Sering bersendawa juga bisa menjadi indikasi dari kemampuan kerongkongan yang tidak baik. GERD, atau gastroesophageal reflux disease adalah salah satu penyakit pencernaan yang umumnya dialami kebanyakan orang. Hal ini sering dikaitkan dengan kembalinya isi perut, termasuk makanan dan asam lambung yang masuk ke kerongkongan. Hal tersebut dapat menyebabkan ketidaknyamanan di kerongkongan Anda. Kondisi hamil, mengalami obesitas ataupun merokok dapat berkontribusi terhadap munculnya GERD ini. Menjadi gemuk, hamil atau seorang perokok atau terlalu banyak dapat semua berkontribusi terhadap pengembangan GERD, menurut Pusat UCLA untuk terserang gangguan. Gangguan kerongkongan ini juga bisa memicu achlasia. Achalasia yaitu gangguan pada kemampuan gerak kerongkongan juga dapat menyebabkan regurgitasi atau gumoh makanan. Dalam kondisi ini, sfingter kerongkongan bagian bawah dalam keadaan tegang sehingga menghambat makanan yang akan masuk ke perut.

Segeralah periksakan diri Anda kepada dokter juga Anda sering mengalami regurgitasi atau gumoh yang berulang-ulang. Entah apakah hal itu disebabkan oleh stres atau makan makanan yang berlebihan, yang pasti hal ini tidak normal dan jika dibiarkan akan membuka risiko penyakit lain untuk datang.

Mendapatkan perawatan medis sangatlah penting untuk Anda yang mengalami masalah kerongkongan atau perut. Tidak lupa pula, tukak lambung juga bisa menyebabkan pendarahan internal dan obstruksi makanan. GERD atau gangguan kerongkongan juga akan mempengaruhi sistem pernapasan, dan bisa meningkatkan peluang untuk Anda terserang kanker esofagus. Achalasia yang tidak segera diobati juga akan mendukung munculnya kanker ini.

Maka dari itu, selalu usahakan untuk menjaga pola makan dan hidup sehat sehingga terjaganya kesehatan Anda. Semoga bermanfaat. (mee)

BACA JUGA: Kenal Lebih Jauh Tentang Emotional Eating

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes