pantura macet

Sering Terjebak Macet? Awas Ancam Kesehatan

Ketika musim liburan seperti saat ini, jalanan di Pantura atau tempat tujuan wisata sering menjadi jujukan banyak orang. Dengan menumpuknya kendaraan, otomatis akan membuat jalanan macet. Macet sendiri sangat merugikan bagi waktu dan uang Anda. Tak hanya itu, macet juga bisa memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan.

pantura macet

Seperti dilansir DetikHealth, macet dapat menyebabkan beragam penyakit yang berhubungan dengan pencemaran udara, salah satunya adalah gangguan pernapasan. Gangguan pernapasan ini sering disebabkan oleh faktor emisi dari kendaraan bermotor.

Selain gangguan pernapasan, paru-paru, atau asma, beberapa penyakit lain juga dapat timbul akibat macet ini. Berikut ini beberapa dampak kesehatan yang kurang baik akibat macet.

1. Gunakan Masker!

pantura macet

Menurut dokter, pemakaian masker yang lolos standarisasi sangat berguna bagi pengendara, terutama pengendara motor saat berada di jalanan dan terjebak macet. Selain itu, penggunaan helm full face juga kurang maksimal untuk melindungi pengendara dari ancaman polusi kesehatan.

Pasalnya, masker yang tidak lolos standarisasi internasional masih dapat ditembus debu, karbondioksida, virus, dan bakteri. Selain itu, masker tidak perlu selalu dibasahi dengan air. Karena jika dalam keadaan lembab, risiko infeksi lebih besar dikarenakan bakteri atau jamur.

2. Gangguan Pernapasan

pantura macet

Polusi menurut ahli tidak menyebabkan asma, melainkan pemicu asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Asma sendiri ada dua jenis, terkontrol dan serangan (kambuhan). Semakin sering orang terkena paparan polusi, intensitas asma juga akan semakin tinggi.

Sementara itu, penderita PPOK sangat membutuhkan obat hirup bronkodilator dan obat hirup antiinflamasi. Namun, paparan polusi bisa berdampak pada pasien PPOK setelah terpapar polusi selama 15-20 tahun.

3. Traffic Stress Syndrome

pantura macet

Tak hanya fisik, kondisi pikiran juga sangat terpengaruh jika sering terjebak kemacetan. Jika setiap hari harus bertempur dengan kemacetan, maka stres dapat muncul dan mempengaruhi kesehatan tubuh.

Stres yang menumpuk, sesorang berpotensi mengalami traffic stress syndrome (TTS), sindrom stres akibat macet. Untuk itu, setelah sampai di tempat tujuan disarankan beristirahat dahulu. Hal ini agar membantu stres tetap terkendali.

“Gak ada cara yang benar ampuh. Mengatasinya secara keseluruhan, misalnya mulai dan akhiri hari dengan hal yang kita sukai, misalnya kopi di pagi hari, nonton TV sebentar di malam hari. Jadi, lebih untuk stres secara umum, gak cuma pas macet saja,” kata psikolog Rosdiana Setyaningrum pada detikHealth.

4. Infeksi Kandung Kemih

pantura macet

Anda sering menahan pipis saat terjebak macet? Awas, hal itu bisa membahayakan kesehatan Anda. Jika sering dilakukan, maka seseorang bisa berisiko terserang infeksi kandung kemih. Itu dikarenakan air seni yang tersisa karena menahan pipis rentan menyebabkan infeksi.

Kapasitas air seni normal adalah 300-400 cc. Ketika ditahan, kandung kemih dapat menahan 500-600 cc. Manusia dapat menghasilkan 50-100 cc air seni. Untuk itu, batas maksimal menahan pipis kurang lebih 5-6 jam.

5. Berdesakan

pantura macet

Seringkali kaki terasa pegal ketika berhadapan dengan macet dan harus berdiri berdesakan di angkutan umum. Selain itu, muncul juga keluhan pegal di punggung, panggul, lutut, atau betis karena terlalu lama menahan berat badan.

Solusinya adalah ketika berdiri, lakukan gerakan lutut agar tidak terjebak dalam satu posisi. Bersandarlah karena dapat membuat beban lebih ringan. Bagi yang duduk, sebaiknya seseorang juga melakukan gerak misalnya mengangkat kaki secara bergantian.

6. High Heels

pantura macet

High heel memang tidak nyaman dipakai ketika berada dalam kendaraan umum. Terlebih dalam kondisi macet dan Anda harus berdiri berdesakan karena penumpang penuh.

High heels membuat beban lutut dan otot paha menjadi lebih besar. Akibatnya, muncul nyeri pada lutut, panggul, atau pinggang. Terlebih jika seseorang memakai hak runcing atau stiletto.

Hak setinggi empat sentimeter lebih membuat beban lutut semakin besar dan bisa berakibat pengapuran dini. Karena itu, hindari atau copot hing heels ketika berdesakan di kendaraan umum.

Semoga bermanfaat. (ctr)

BACA JUGA: Tips Sehat Selama Perjalanan Liburan

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes