Snack Sehat di Kantor, Perlukah?

Kemarin ketika saya datang terlalu awal di airport Soekarno Hatta dalam perjalanan saya menuju Yogyakarta, saya menyempatkan diri membaca business week. Ada satu artikel yang sekilas sempat menarik perhatian saya. Diberitakan bahwa tunjangan kesehatan di perusahaan-perusahaan Amerika semakin tinggi dan menyebabkan pemborosan-pemborosan bagi perusahaan tersebut.

Kemudian perusahaan-perusahaan itu menyelidiki apakah penyebabnya? Ternyata menurut laporan mereka, konsumsi makanan yang tidak sehat, junk food, candies lah dan aktivitas karyawan yang hanya duduk seharian dan memakan makanan tidak sehat itulah penyebab banyaknya pemborosan di bidang tunjangan kesehatan tersebut.


Akhirnya, banyak perusahaan mengambil langkah “perbaikan” bagi para karyawannya dengan tujuan akhir juga untuk mengurangi pemborosan anggaran kesehatan. Dengan alasan meningkatkan kesehatan para karyawannya, banyak perusahaan mulai mengganti menu makanan di cafe-cafe kantornya dengan menu makanan sehat. Bahkan di Google, pada awalnya mereka mengganti semua snack dengan yang sehat, tetapi setelah menuai complain dari banyak staff mereka, akhirnya Google memberikan solusi 50:50. Tersedia menu snack sehat dan juga candies atau junk food secara seimbang di rak-rak tempat makanan gratis mereka.

Menurut pendapat saya, pendekatan ini sangat diperlukan di Indonesia, dimana pengetahuan mengenai kesehatan ini masih cukup rendah sehingga sangatlah sulit untuk mencari menu sehat apabila kita bekerja di kantor. Penyediaan makanan sehat oleh kantor tentunya sangat membantu kita dalam memperbaiki pola hidup sehat. Tetapi sangat disayangkan bahwa beberapa komentar yang masuk ke majalah business week mengatakan bahwa cara tersebut tidak berguna dan berat badan juga tidak menentukan kesehatan seseorang. Ada yang mengatakan bahwa memiliki berat badan berlebih tetapi tetap berolahraga masih lebih baik dibanding yang berat badannya cukup ideal tetapi cuma duduk di belakang meja dan tidak pernah berolahraga.

Ada juga yang membandingkan antara ‘telat kembali ke kantor’ gara-gara kegemukan dan tidak gesit dengan managemen yang perokok yang membuang-buang waktunya untuk merokok daripada untuk produktivitas bekerja. Yang memiliki berat badan lebih tidak mau dikatakan tidak gesit oleh management dan membalas mengatakan pihak management juga banyak yang perokok dan membuang-buang waktunya untuk hal yang tidak berguna.

Menurut saya pribadi, kesehatan adalah pilihan masing-masing pribadi, tidak perlu membanding-bandingkan dengan orang lain. Kita sehat, kita sakit, semua juga kita sendiri yang menghadapinya. Pemberian menu sehat dalam cafe-cafe perusahaan menurut saya sangatlah penting. Karena saat ini, kita semua menyadari, sangatlah sulit mencari solusi menu sehat untuk menunjang “our healthy lifestyle”. Nah beranjak dari sini, saya ingin sekali mengetahui bagaimana pendapat teman-teman semua tentang hal ini, perlukah menu sehat diperkenalkan di cafe-cafe perusahaan? Saya tunggu pendapatnya:)

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes