Sport Anemia. Waspadalah, Bisa Jadi Anda Sedang Mengalaminya!

Simpanan Zat Besi yang Rendah

Simpanan zat besi di dalam tubuh bisa jadi menurun karena zat besi yang diserap dari makanan khas Barat yang banyak mengandung daging merah berkisar antara 10-35%, sementara jika mengikuti diet vegetarian hanya mampu menyerap zat besi sekitar 1-20% saja. Beberapa makanan memiliki kandungan zat besi lebih tinggi, namun  tetap perlu untuk diingat bahwa tingkat penyerapan relatif masih rendah. Semua hal ini dapat menjadi kabar buruk untuk penampilan atlet karena hemoglobin merupakan bagian dari ketahanan otot dan daya tahan kardiovaskular.  Selain itu, pengurangan jumlah hemoglobin di dalam darah akan berdampak negatif pada tingkat energi.

Bagaimana Cara Mencegah “Sport Anemia”?

Kabar baiknya adalah terdapat perubahan yangmana Anda dapat membuat rencana diet untuk mencegah “sport anemia”, seperti mengurangi asupan mineral dan makanan yang diketahui sebagai inhibitor/penghambat zat besi. Hal ini menunjukkan  bahwa menurunnya penyerapan zat besi di dalam tubuh termasuk kalsium, seng (meskipun sedikit  ketika dikonsumsi dari makanan daripada suplemen), fitat dan serat yang ditemukan dalam biji-bijian dan kacang-kacangan, tanin yang ditemukan dalam kopi dan teh serta produk-produk olahan kedelai.  Hal ini juga dianjurkan untuk memasukkan “promotor zat besi”atau pendukung penyerapan zat besi di dalam diet, seperti daging merah, ikan, unggas, brokoli, sprout brussels, tomat, kentang, paprika hijau dan merah serta bahan-bahan makananan lainnya yang kaya akan kandungan vitamin C.

Asupan zat besi yang dianjurkan untuk dikonsumsi dalam sehari adalah 15 mg untuk wanita yang berusia 11-50 tahun, dan  10 mg untuk wanita di atas 51 tahun. Tetapi persyaratan untuk wanita yang suka berolahraga di gym dan atlet biasanya membutuhkan asupan zat besi sedikit lebih tinggi. Itulah mengapa penting untuk memberikan perhatian khusus pada intensitas latihan Anda, asupan makanan atau melengkapi diet Anda dengan suplemen zat besi.

Sebetulnya, “sport anemia” tidak seperti anemia yang sebenarnya tetapi ini merupakan suatu bentuk adaptasi dari latihan beban. Latihan ketahanan menyebabkan kadar plasma darah meningkat yangmana diikuti dengan berkurangnya jumlah sel darah merah. Namun, jenis anemia ini menyebabkan ketidakstabilan darah, dapat menurunkan frekuensi detak jantung serta dapat membuang panas dari dalam tubuh.

Meski tubuh Anda mampu beradaptasi dengan kondisi “sport anemia”, namun jika kondisi ini dibiarkan dapat mengganggu aktivitas dan performa fisik Anda. Jadi, cegah dan atasi sekarang juga! Keep healthy! (key)

BACA JUGA : Liver: Struktur, Anatomi dan Fungsi

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes