Waspada, Pecinta Fast Food Berisiko Besar Terkena Penyakit Jantung!

Selama ini banyak di antara kita yang mengira bahwa jika kita masih muda, beraktivitas fisik teratur, dan tidak merokok, maka risiko kita untuk terkena penyakit jantung lebih rendah, bahkan meski kita terkadang masih makan fast food sekali atau dua kali dalam seminggu. Tunggu dulu! Faktanya tidak demikian!

Menurut penelitian gabungan oleh University of Minnesota School of Public Health (UM) dan National University of Singapore’s (NUS) Saw Swee Hock School of Public Health, faktor-faktor seperti usia, kebiasaan merokok, dan tingkat aktivitas fisik mungkin memiliki pengaruh lebih sedikit terhadap risiko penyakit jantung koroner, bila dibandingkan dengan kebiasaan mengonsumsi fast food.

Penelitian ini melibatkan partisipan sebanyak 52.584 pria dan wanita yang berusia 45-74 tahun. Penelitian dilakukan selama 16 tahun yang dimulai pada 1993 silam. Penemuan ini dipublikasikan secara online pada 2 Juli 2012 oleh American Heart Association.

Risiko penyakit jantung koroner bagi pecinta makanan fast food lebih tinggi
Dalam penelitian tersebut, partisipan yang mengonsumsi fast food lebih sering ternyata adalah mereka yang berusia lebih muda, yang lebih aktif secara fisik, paling sedikit terkena tekanan darah tinggi, dan lebih sedikit yang merokok.

Dikarenakan faktor demografi, “Anda pasti mengira kelompok usia ini memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung koroner. Namun sebaliknya, mereka ini ternyata memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung koroner, sehingga menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara seringnya asupan fast food ala Barat dan penyakit jantung koroner,” kata Dr. Ho Kay Woon, konsultan di Departemen Kardiologi, National Heart Centre Singapore (NHCS).

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes