Antiphospholipid Syndrome

Waspadai Antiphospholipid Syndrome!

Beberapa pekan ini, Indonesia sedang diramaikan dengan kelahiran bayi perempuan dari musisi ternama Anang Hermansyah. Akan tetapi di balik kegembiraan ini, ada sepercik kekhawatiran terhadap kondisi si istri yang mengalami kekentalan darah. Yuk, kenali lebih dalam tentang pengentalan darah ini.

jENDELA aNANG

Pengentalan darah yang disebut sebagai antiphospholipid syndrome dalam dunia medis, terjadi ketika sistem kekebalan tubuh berbuat kesalahan dengan menyerang beberapa protein normal dalam darah Anda. Sindrom antifosfolipid ini dapat menyebabkan gumpalan darah pada pembuluh arteri dan vena. Hal ini juga sering kali menyebabkan timbulnya komplikasi kehamilan, seperti keguguran dan kmeatian bayi saat kelahiran.

Antiphospholipid Syndrome juga dapat menyebabkan gumpalan darah terbentuk di pembuluh darah pada kaki Anda, kondisi ini lebih dikenal sebagai deep vein thrombosis (DVT). Sindrom antifosfolipid juga bisa menyebabkan gumpalan darah pada organ-organ seperti ginjal atau paru-paru. Kerusakan dari penyakit ini tergantung pada luas dan area pengentalan darah. Misalnya, gumpalan di otak Anda dapat menyebabkan stroke. Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk sindrom antifosfolipid, akan tetapi masih ada obat-obatan dapat mengurangi risiko penggumpalan darah secara efektif.

Tanda dan gejala sindrom antifosfolipid diantaranya adalah:

    -Pembekuan darah
    Pembekuan darah di kaki Anda (deep vein thrombosis) yang bisa mnyebar ke paru-paru Anda (emboli paru)
    -Gangguan Kehamilan
    Keguguran berulang kali, kematian bayi saat lahir, atau komplikasi lain dari kehamilan seperti kelahiran prematur dan tekanan darah tinggi selama kehamilan (preeklampsia)
    -Stroke
    Pembekuan darah di arteri lengan atau kaki (trombosis arteri perifer)
    -Gejala Neurologis
    Sakit kepala kronis, termasuk migrain, demensia dan kejang yang mungkin terjadi karena pengentalan darah di bagian otak Anda.
    -Ruam
    Beberapa orang mengalami ruam merah yang berbentuk atau berenda, dan memiliki pola seperti jaring (livedo reticularis).
    -Penyakit kardiovaskular
    Antiphospholipid Syndrome bisa merusak katup jantung si penderita
    -Pendarahan
    Beberapa orang mengalami penurunan trombosit atau sel darah yang diperlukan untuk pembentukan darah normal. Namun, jika jumlah trombosit Anda turun terlalu rendah, Anda mungkin mengalami perdarahan, terutama dari hidung dan gusi.

Tanda dan gejala Antiphospholipid Syndrome yang sangat jarang diketahui diantaranya adalah:
– Gangguan gerakan, di mana tubuh Anda dan anggota badan bergerak tak terkendali (chorea)
– Masalah kognitif, seperti daya ingat yang buruk
– Gangguan pendengaran mendadak

Setelah mengetahui gejala dan tanda dari antiphospholipid syndrome apakah Anda masih sering mengabaikannya? Semoga bermanfaat. (mee)

BACA JUGA: Mudah Mengantuk Bila Konsumsi Nasi, Benarkah?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes