Celiac akibat gluten

Waspadai Celiac Disease!

Celiac Disease adalah gangguan autoimun pada pencernaan yang dapat terjadi pada orang yang memiliki predisposisi genetik di mana konsumsi gluten dapat menyebabkan kerusakan di usus halus. Hal ini diperkirakan mempengaruhi 1 dari 100 orang di seluruh dunia dan beresiko untuk komplikasi kesehatan jangka panjang.

Untitled-2

Celiac Disease ini merupakan penyakit keturunan atau faktor genetik yang artinya rentan terjadi dalam satu keluarga. Orang dengan tingkat pertama seperti orangtua, anak, dan saudara dengan celiac disease relative memiliki resiko 1 banding 10 untuk terserang penyakit ini.

Penyebab Celiac Disease

Biasanya, sistem kekebalan tubuh dirancang untuk melindungi diri dari berbagai virus dan kuman asing. Ketika orang-orang dengan penyakit celiac mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, sistem kekebalan tubuh mereka membentuk antibodi terhadap gluten yang kemudian menyerang lapisan usus. Hal ini menyebabkan peradangan di usus dan merusak vili, struktur rambut seperti pada lapisan usus kecil. Nutrisi dari makanan biasanya diserap oleh villi. Jika vili rusak, orang tersebut tidak bisa menyerap nutrisi dengan baik dan mengakibatkan kurang gizi, tidak peduli berapa banyak dia makan.

Beberapa Gejala Penyakit Celiac bervariasi pada setiap penderita dan meliputi masalah pencernaan (perut kembung, nyeri, gas, diare, tinja berwarna pucat, dan penurunan berat badan), sebuah ruam kulit yang parah yang disebut dermatitis herpetiformis, Anemia (jumlah darah rendah), masalah muskuloskeletal (otot kram, nyeri sendi dan tulang), masalah pertumbuhan dan gagal tumbuh (pada anak), kejang-kejang, kesemutan di kaki (yang disebabkan oleh kerusakan saraf dan kalsium yang rendah), Ulkus aftosa (luka di mulut), periode menstruasi tidak teratur.

Efek Jangka Panjang Bagi Kesehatan

Penyakit celiac dapat berkembang pada usia berapa pun setelah orang tersebut mulai mengonsumsi makanan atau obat-obatan yang mengandung gluten. Namun jika tidak diobati, penyakit celiac dapat menyebabkan masalah kesehatan tambahan yang serius. Hal itu termasuk pengembangan gangguan autoimun lain seperti diabetes tipe I dan multiple sclerosis (MS), dermatitis herpetiformis (ruam kulit gatal), anemia, osteoporosis, infertilitas dan keguguran, kondisi neurologis seperti epilepsi dan migrain, perawakan pendek, dan kanker usus.
Saat ini, satu-satunya pengobatan untuk penyakit celiac adalah melakukan diet bebas gluten seumur hidup dengan ketat. Orang yang hidup bebas gluten harus menghindari makanan dengan gandum, seperti roti dan bir. Menelan sedikit gluten, seperti remah-remah dari talenan atau pemanggang roti, bisa memicu kerusakan usus kecil. Penyakit celiac yang tidak terdiagnosis atau tidak diobati dapat menyebabkan:

• Infertilitas dan keguguran
• Intoleransi laktosa
• Kekurangan vitamin dan mineral
• Gangguan sistem saraf pusat dan perifer
• Insufisiensi pankreas
• Limfoma usus dan kanker ganas lainnya
• Kerusakan kantung empedu
• Manifestasi neurologis, termasuk ataksia, demensia, migrain, neuropati, miopati dan leukoensefalopati multifocal

Selain itu, Orang-orang yang memiliki penyakit celiac mungkin memiliki penyakit autoimun lainnya, seperti penyakit tiroid, diabetes tipe 1, lupus, rheumatoid arthritis, dan sindrom sjogren (kelainan yang menyebabkan ketidakmampuan kelenjar untuk menciptakan kelembaban.
Setelah Anda mengetahui seluk beluk penyakit ini, tidak ada salahnya untuk selalu mewaspadai semua gejala dan tanda-tandanya. Semoga bermanfaat. (mee)

BACA JUGA: Ibu, Ini Dia Cara Untuk Atasi Penyakit Kuning Pada Bayi Anda

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes