Weight Training pada Hipertensi

Hipertensi seperti yang beberapa kali saya ulas, merupakan kondisi yang dialami oleh banyak orang dan dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi hingga bersifat fatal.

Berbeda dari panduan yang selama ini diberikan oleh para dokter, latihan beban ternyata memberikan manfaat yang bermakna dalam pengendalian tekanan darah bila dilakukan dengan tepat.

Laporan yang dikeluarkan oleh American Heart Association menyebutkan bahwa kombinasi antara latihan aerobik dan latihan beban memberikan manfaat dalam menurunkan risiko komplikasi hipertensi secara bermakna dibandingkan latihan aerobik saja.

Panduan dari AHA menyebutkan bahwa latihan beban direkomendasikan untuk dilakukan pada penderita penyakit jantung dan hipertensi dengan metode 1 set dengan 10-15 repetisi. Hal ini memang berbeda dibandingkan dengan pada orang sehat yang dapat melakukan hingga 3 set dengan 10 repetisi.

Jenis latihan beban yang dapat dilakukan adalah chest press, shoulder press, triceps extension, crunch atau curl, leg press, calf raises dan bicep curls. Namun perlu ditekankan bahwa latihan beban adalah merupakan latihan tambahan dari latihan aerobik yang masih merupakan latihan terbaik.

Latihan beban yang dilakukan oleh penderita hipertensi dan penyakit jantung harus dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang dan dengan perlahan. Dari semua panduan yang saya baca, ada satu aturan yang harus diikuti dalam latihan ini: Dilarang Menahan Nafas.

Beberapa panduan lain yang harus dilakukan antara lain:

  • Latihan dilakukan dengan full range of motion, tidak menahan nafas dengan cara mengeluarkan nafas saat melakukan kontraksi otot dan menarik nafas saat fase relaksasi
  • Lakukan latihan berganti antara bagian atas dan bawah tubuh untuk memberikan waktu istirahat cukup antara latihan
  • Batasi beban yang digunakan hingga dapat dilakukan repetisi sejumlah 10-15 kali
  • Batasi latihan dalam satu set, 2 hari per minggu

Baik latihan beban atau aerobik pada penderita hipertensi membutuhkan pengawasan yang baik dari dokter Anda.

Beberapa larangan dalam melakukan latihan yaitu, penyakit jantung koroner akut, gagal jantung berat, gangguan irama jantung, radang otot jantung, hipertensi hingga 180/110 dan beberapa penyakit lain yang harus Anda pastikan sebelum mulai latihan.

Saat ini latihan beban sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang, dan semakin lama, banyak manfaat ditemukan dalam latihan beban terhadap pengendalian penyakit kronik. Selanjutnya kami akan terus mengupas manfaat latihan beban untuk penyakit yang lain.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes