diabetes

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Keton dan Diabetes

Bagi para penderita diabetes pasti tahu atau pernah mendengar tentang tes kadar keton. Kadar keton yang tinggi akan sangat berbahaya dan berpotensi kepada kondisi yang mengancam yang disebut diabetes ketoasidosis pada penderita diabetes tipe 1 dan beberapa orang dengan diabetes tipe 2. Pada ibu-ibu hamil, keton yang melewati plasenta akan mempengaruhi janin atau calon bayi.

Jendela mee

Sebelum kita membahas lebih lanjut, sebaiknya kita mengenal lebih dahulu apa yang dimaksud keton. Menurut kamus kesehatan, keton adalah produk sampingan dari metabolisme lemak. Ketika tubuh tidak memiliki cukup glukosa yang digunakan sebagai energi, hati akan mengubah lemak menjadi asam keton, yang digunakan sebagai bahan bakar oleh otot. Pada penderita diabetes, kadar keton dalam tubuh akan terbentuk karena dua alasan yang berbeda berikut ini:

1. Turunnya Berat Badan atau Kurangnya karbohidrat Pada Masa Kehamilan

Selama kehamilan ketika kadar glukosa darah wanita dalam keadaan normal tapi ia tidak makan cukup karbohidrat, maka lemak akan digunakan untuk energi sehingga keton akan terbentuk. The American Dietetic Association, sebuah lembaga nutrisi dan diet di Amerika menganjurkan wanita yang sedang hamil dan memiliki gestational diabetes untuk melakukan tes keton. Saran ini didasari pada kesimpulan yang diambil dari dua penelitian mengenai ketonemia (keton dalam plasma) dan ketonuria (keton dalam urin) selama kehamilan pada perempuan penderita diabetes dan buruknya kontrol metabolisme yang melaporkan bahwa banyak anak-anak yang memiliki IQ rendah dalam kehamilan tersebut.

2. Kurangnya Insulin

Keton juga terbentuk ketika tidak ada cukup insulin dalam darah untuk merangsang masuknya glukosa ke dalam sel yang membutuhkannya sebagai bahan energi. Ini dapat terjadi dalam diabetes tipe 1 dan beberapa orang dengan diabetes tipe 2. Dalam kondisi ini, glukosa darah yang akan menjadi tinggi dan lemak akan dipecah untuk digunakan sebagai energi. Maka keton akan muncul sebagai produk akhir dari metabolisme lemak ini. Hal ini akan memicu timbulnya diabetes ketoasidosis yang bisa mengancam kehidupan penderitanya.

mayoclinic.org dalam situsnya juga memperingatkan bahwa diabetes ketoasidosis dapat datang sangat cepat, bahkan dalam waktu 24 jam. Selain glukosa darah dan keton yang tinggi, gejala lain yang bisa menandai datangnya penyakit ini adalah rasa haus yang ekstrem dan sering kencing, mual atau muntah, kelelahan, bau napas seperti buah dan manis, sesak nafas dan kebingungan. Karena diabetes ketoasidosis ini sangatlah berbahaya, disarankan untuk mengobatinya secara langsung di rumah sakit terdekat. Staf medis akan membantu Anda mengurus masalah cairan tubuh yang hilang, hiperglikemik, gangguan elektrolit dalam darah, dan infeksi yang mungkin terjadi pada tubuh Anda.

Jika Anda memiliki diabetes, pastikan bahwa Anda memahami langkah-langkah perawatan yang benar karena kadar glukosa yang tinggi dan keton siap hadir kapanpun. Pastikan Anda melakukan konsultasi yang tepat dengan dokter Anda bagaimana perawatan dan pencegahannya yang tepat karena diabetes ketoasidosis dapat berkembang dan memperburuk kesehatan Anda dengan sangat cepat.

Maka dari itu, Jagalah pola makan dan gaya hidup sehat Anda. (mee)

BACA JUGA: Curi Perhatian Juri, Beberapa Peserta Berani Tampil Beda

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes