Yuk, Mengenal Lebih Dalam Kanker Kulit

Kanker kulit adalah bentuk paling umum pada kanker manusia. Diperkirakan bahwa lebih dari 1 juta kasus baru terjadi setiap tahunnya. Tingkat tahunan dari semua jenis kanker kulit juga meningkat setiap tahun, yang mewakili kepedulian masyarakat. Diperkirakan juga bahwa hampir setengah dari semua warga Amerika yang hidup sampai usia 65 akan mengembangkan kanker kulit, setidaknya sekali seumur hidup.

Tanda peringatan yang paling umum dari kanker kulit adalah perubahan penampilan kulit, seperti pertumbuhan kulit baru atau sakit yang tidak akan sembuh.

Istilah “kanker kulit” merujuk pada tiga kondisi yang berbeda. Setidaknya dari kondisi yang paling berbahaya, mereka adalah:

1. Basal cell carcinoma (atau basal cell carcinoma epithelioma)

2. Squamous cell carcinoma (tahap pertama yang disebut actinic keratosis)

3. Melanoma

Dua bentuk yang paling umum dari kanker kulit adalah basal cell carcinoma dan squamous cell carcinoma. Keduanya termasuk dalam kanker kulit nonmelanoma. Melanoma umumnya bentuk paling serius kanker kulit karena cenderung menyebar (metastasis) ke seluruh tubuh dengan cepat. Kanker kulit juga dikenal sebagai neoplasia kulit.

Artikel berikut akan membahas dua jenis kanker kulit nonmelanoma.

Basal cell carcinoma

Apa itu basal cell carcinoma?

Basal cell carcinoma atau karsinoma sel basal adalah bentuk paling umum dari kanker kulit dan menyumbang lebih dari 90% dari semua kanker kulit di AS. Kanker ini hampir tidak pernah menyebar (metastasis) ke bagian lain dari tubuh. Namun, kanker ini bisa menyebabkan kerusakan dengan tumbuh dan menyerang jaringan di sekitarnya.

Apa faktor risiko untuk mengembangkan basal cell carcinoma?

Kulit yang cerah, paparan sinar matahari, dan usia merupakan faktor-faktor penting dalam pengembangan basal cell carcinoma. Orang-orang yang memiliki kulit yang cerah dan berusia tua memiliki tingkat lebih tinggi dari terkena kanker ini. Sekitar 20% dari kanker kulit terjadi di daerah yang tidak terkena sinar matahari, seperti dada, punggung, lengan, kaki, dan kulit kepala. Namun, wajah tetap menjadi lokasi yang paling umum untuk terkena lesi sel basal. Melemahnya sistem kekebalan tubuh, baik oleh penyakit atau obat, juga dapat memicu risiko mengembangkan kanker ini. Faktor-faktor risiko lain termasuk:

  • Paparan sinar matahari. Ada bukti bahwa, berbeda dengan karsinoma sel skuamosa, karsinoma sel basal ini tidak dipicu oleh paparan sinar matahari, tetapi akumulasi paparan sinar matahari intermiten, seperti yang terkena selama liburan, terutama saat di usia muda. Menurut US National Institutes of Health, radiasi ultraviolet (UV) dari matahari adalah penyebab utama kanker kulit. Risiko mengembangkan kanker kulit juga dipengaruhi oleh di mana seseorang tinggal. Orang-orang yang tinggal di daerah yang menerima radiasi tingkat tinggi UV dari matahari lebih mungkin untuk mengembangkan kanker kulit. Di Amerika Serikat, misalnya, kanker kulit lebih umum terjadi di Texas daripada di Minnesota, di mana matahari tidak begitu kuat. Di seluruh dunia, tingkat tertinggi kanker kulit yang ditemukan di Afrika Selatan dan Australia, yang merupakan daerah yang menerima jumlah tinggi radiasi UV.
  • Usia. Sebagian besar kanker kulit muncul setelah usia 50-an, namun efek merusak dari matahari bisa dimulai sejak usia dini. Oleh karena itu, perlindungan harus dimulai di masa kecil untuk mencegah kanker kulit di kemudian hari.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes