Yuk, Mengenal Lebih Dalam Kanker Serviks

Jenis kanker yang mempengaruhi bagian bawah rahim disebut kanker serviks. Kanker serviks merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita yang telah membunuh lebih dari 33.000 wanita setiap tahun di India.

India sendiri menyumbang hampir 27% dari kematian wanita di dunia akibat kanker serviks. Menurut penelitian, risiko wanita meninggal karena kanker serviks lebih tinggi daripada risiko kematian saat melahirkan (0,8 persen vs 0,6 persen). Tingkat kematian juga tercatat tiga kali lebih tinggi di daerah pedesaan dibanding daerah perkotaan.

Kanker serviks terjadi karena menyebarnya virus yang disebut Human Papilloma Virus (HPV) selama kontak seksual. Hal ini sangat mengkhawatirkan, karena penggunaan kontrasepsi juga bahkan tidak membatasi penyebaran virus.

Ditambah dengan fakta bahwa penyakit ini tetap hidup tanpa gejala untuk waktu yang lama sampai mulai menyerang jaringan tetangga, tidaklah mengherankan bahwa tingkat kematian yang terkait kanker serviks cukup tinggi.
Anda berada pada risiko yang lebih tinggi terkena kanker serviks jika:

  • Anda adalah seorang wanita yang berusia di atas 35
  • Anda telah melakukan hubungan seks sebelum Anda 15
  • Anda memiliki HIV
  • Anda memiliki banyak pasangan seks atau pasangan Anda memiliki kontak seksual yang banyak
  • Anda merokok
  • Anda memiliki banyak anak (karena hubungan seks yang sering tanpa kondom, perubahan hormonal, kekebalan tubuh yang rendah).
  • Anda telah menggunakan pil KB untuk waktu yang lama (lima tahun atau lebih)

Infeksi HPV ini sangat umum dan umumnya terjadi segera setelah seseorang menjadi aktif secara seksual. Virus menular dari satu orang ke orang melalui kontak kelamin, yang paling sering saat berhubungan seks vaginal dan anal. Ancaman terbesar kanker adalah dari infeksi yang persisten.

Gejala kanker serviks
Pada tahap awal (bahkan dalam tahap prakanker), kanker serviks biasanya tidak menimbulkan gejala. Hanya selama tahap selanjutnya dari kanker ini akan terlihat satu atau lebih dari gejala-gejala berikut:

  • Perdarahan vagina abnormal diantara periode menstruasi yang teratur, setelah hubungan seksual atau pelvic exam. Menstruasi mungkin akan lebih berat dan bisa bertahan lebih lama. Wanita di usia menopause mungkin akan mengalami perdarahan.
  • Peningkatan keputihan
  • Nyeri di daerah panggul
  • Nyeri saat berhubungan seks

Namun, gejala-gejala di atas juga bisa disebabkan oleh infeksi atau masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda. So, be careful ladies! (jay)

BACA JUGA : 6 Tip untuk Tingkatkan Energi Seketika

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes