Transformasi Tubuh Ectomorph Berawal dari Social Media

Memiliki bentuk tubuh yang ideal adalah idaman bagi Dhamar. Ya, pria bernama lengkap Dhamar Adhi Susetyo ini memang mengaku memiliki bentuk tubuh ectomorph, yaitu cenderung kurus sejak kecil.

Dhamar mengaku sejak lama menginginkan bentuk tubuh yang ideal dan berotot. Karena itu, berbagai cara telah dilakukannya dengan harapan segera mendapat bentuk tubuh yang diinginkannya. “Mulai dari mengonsumsi susu, makan dengan porsi yang lebih banyak, hingga mengikuti pola hidup orang bertubuh gemuk. Namun, cara itu masih tidak berhasil,” ujar Dhamar.

Sempat Minder Masuk ke Gym

Dhamar1

Hal itu sempat membuatnya menyerah. Tapi Dhamar kembali bersemangat ketika melihat profil picture di social media BlackBerry Massenger (BBM) temannya yang dulu sama-sama bertubuh ectomorph. Namun, tubuh temannya tersebut telah bertransformasi menjadi lebih berisi dan berotot (lean).

Seolah tak mau kalah, Dhamar mulai mencari tahu tips terbaik melalui temannya tersebut. Yang akhirnya, pria asal Dukuh, Karangsari, Pengasih, Kulon Progo ini memilih untuk mulai latihan beban di sekitar tempat tinggalnya.

Bukan perkara mudah sebenarnya bagi Dhamar untuk masuk gym mengingat tubuhnya yang ‘kerempeng’. Tapi dengan tekad yang bulat, pria kelahiran 5 Mei 1994 ini mulai latihan beban di gym dengan penuh semangat. “Akhirnya saya memberanikan diri untuk datang ke gym terdekat meski dengan rasa dag dig dug yang luar biasa,” terang Dhamar.

Untuk latihan beban dengan bimbingan trainer, Dhamar mengaku menjadwalkan latihan sebanyak 5 kali dalam seminggu dengan durasi 1-1,5 jam setiap sesinya. Baginya, latihan beban adalah cara terbaik untuk membentuk tubuhnya lebih lean.

Pengaturan Pola Makan dan Suplemen

dharma2

Bagi Dhamar, aturan protein adalah kunci utama untuk program muscle building yang dilakoninya. Pola makannya sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda ketika belum memulai program. Namun yang membedakan adalah asupan proteinnya.

“Sehari makan 4x dengan rincian pagi: makan besar seperti biasa (terserah yang penting kenyang); siang: makan besar seperti biasa (terserah yang penting kenyang); setelah latihan: (Putih telur 6-8 butir atau dada ayam); malam: makan besar seperti biasa (terserah yang penting kenyang),” kata Dhamar menjelaskan tentang pola makan yang dilakukannya.

Tidak cukup hanya itu, Dhamar juga menambahkan suplementasi protein agar pembentukan tubuhnya segera tercapai. Dan yang jadi pilihannya adalah Prostar 100% Whey Protein dari Ultimate Nutrition. Menurutnya, suplemen ini sangat penting untuk PERCEPAT pembentukan serta pemulihan otot setelah latihan.

Tetap Bangga Meski Belum Juara

Dharma3

Setelah rutin latihan dan mengatur pola makan, Dhamar sukses menambah berat badan dari 49 kilogram menjadi 57 kilogram hanya dalam waktu singkat. Bukan hanya itu, bentuk tubuhnya kini juga terlihat cukup berotot (lean). Pastinya, dengan bentuk tubuhnya tersebut, Dhamar mengaku lebih percaya diri dalam beraktivitas.

Untuk menambah motivasinya dalam dunia fitnes, pria yang juga hobi futsal ini mengaku beberapa waktu lalu pertama kali mengikuti event body contest di salah satu mall di Yogyakarta.

“Meski tidak mendapat juara, namun itu menjadi pengalaman baru bagi saya,” cerita Dhamar.

Meskipun belum mendapat juara, tapi hal itu bukan menjadi alasan Dhamar untuk berhenti latihan. Dan target ke depannya sendiri adalah ingin menaikkan massa otot sekaligus memenangi event body contest bergengsi di Tanah Air seperti Ultimate Body Contest (UBC).

Semoga sukses Dhamar! (ctr)

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes