Alkohol Lebih Berbahaya bagi Wanita Ketimbang Pria

Bagi Anda wanita yang doyan minum alkohol, berhentilah dari sekarang! Menurut penelitian terbaru di Jerman, tingkat kematian tahunan dari ketergantungan alkohol pada wanita naik hingga lebih dari 460 persen dibandingkan populasi non-peminum alkohol secara umum.
alkohon-bagi-wanita

Sementara itu, pecandu alkohol pria memiliki tingkat kematian lebih dari 190 persen. “Data klinis telah menunjukkan jumlah yang lebih tinggi dari orang meninggal dunia akibat alkohol dibandingkan pada populasi umum di usia yang sama,” jelas Ulrich John, profesor epidemiologi dan kedokteran sosial di University of Greifswald.

John dan koleganya mengumpulkan sampel acak dari 4.070 responden berusia antara 18-64 tahun. Dari total tersebut, sebanyak 153 diidentifikasi sebagai ketergantungan alkohol (AD). Lalu dari jumlah tersebut, sebanyak 149 orang (119 pria, 30 wanita) diikuti selama 14 tahun.

“Data berdasarkan gender memang jarang terjadi, bahkan di antara sampel klinis. Selanjutnya, penelitian ini akan menghadapi dua keterbatasan utama,” tambah John, menurut jurnal Alcoholism: Clinical & Experimental Research.

“Pertama, kita tahu bahwa hanya sebagian kecil individu penderita AD yang menerima perawatan. Tetapi, kami tidak memiliki pengetahuan tentang bagaimana ini bisa terjadi. Kedua, kita tidak memiliki bukti tentang efek potensi pengobatan alkoholisme khusus pada tingkat kematian di antara orang-orang yang telah didiagnosa AD,” jelas John.

“Kami ingin mengetahui apakah pengobatan ini bisa meningkatkan waktu kelangsungan hidup. Untuk alasan etika, tidak akan ada uji coba terkontrol yang mungkin dilakukan. Dengan demikian, data deskriptif longitudinal dalam penelitian ini sangat membantu,” kata John, rekan penulis penelitian tersebut.

John menambahkan bahwa Jerman sangat cocok untuk jenis penelitian ini, karena warga Jerman memang diwajibkan untuk memberikan data status penting termasuk data kesehatan.

“Data Negara kami juga menjadi kepentingan internasional karena peneliti menggunakan Composite International Diagnostic Interview (CIDI), yang merupakan instrument penelitian internasional dan diterima secara luas,” tutupnya.

BACA JUGA : Berpikir Lemot? Atasi dengan 5 Cara Ini!

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes