Alzheimer Incar Pemakai Perhiasan Emas

Keindahan perhiasan yang satu ini memang bisa membuat siapa saja tertarik untuk memilikinya. Selain sebagai simbol strata sosial, perhiasan emas juga bisa meningkatkan penampilan dan kepercayaan diri pemiliknya.

Alzheimer-Incar-Pemakai-Perhiasan-Emas

Namun Anda patut waspada, karena sebagai bagian dari bahan tambang, emas dapat mempengaruhi system saraf dan memberikan efek stimulan yang dapat mengganggu kesehatan.

Tim peneliti dari University of Michigan menindaklanjuti beberapa laporan yang menyatakan bahwa beberapa orang yang mengenakan perhiasan emas sering merasa pusing, mual, dan beberapa gangguan kesehatan lainnya.

Bahkan beberapa penderita epilepsi dilaporkan mengalami kejang-kejang setelah melihat kilauan emas yang mereka lihat di toko perhiasan, seperti dilansir zeenews.

Para peneliti menemukan bahwa emas mengandung unsur atom yang bisa menembus kulit dan masuk ke dalam pembuluh darah. Jika prosentase atom tersebut melebihi batas normal, maka bisa memicu berbagai gangguan kesehatan seperti pusing, mual, hingga risiko terkena penyakit Alzheimer.

Peneliti juga tidak menganjurkan mengenakan cincin emas yang terlalu sempit, karena bisa mengganggu sirkulasi darah dan bisa memicu penyakit kardiovaskular dalam penggunaan jangka panjang.

Di Indonesia kasus penjambretan kerap dialami oleh ibu-ibu atau remaja putri yang mengenakan perhiasan emas. Setidaknya ini juga bisa dijadikan perhatian bahwa sebaiknya perhiasan emas tidak dikenakan secara berlebihan. (dan)

BACA JUGA : Kandungan PFOA dalam Popcorn Picu Sakit Jantung?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes