Anak Obesitas Picu Kemandulan di Usia Dewasa?

Kecenderungan meningkatnya obesitas telah menarik para peneliti untuk mempelajari efek-efeknya pada kesehatan secara keseluruhan. Menurut penelitian terbaru, obesitas ternyata bisa mengganggu masa pubertas dan mengikis kemampuan untuk bereproduksi.

Prevalensi kecenderungan ini telah terlihat lebih tinggi pada wanita. Berdasarkan teori, tubuh manusia selalu berevolusi untuk menyesuaikan diri dengan masalah-masalah baru. Selama ribuan tahun evolusi, gizi buruk atau kelaparan selalu menjadi fokus perhatian yang lebih besar, dan bukan pada hal obesitas.

“Masalah begitu banyaknya manusia yang mengalami obesitas masih sangat baru dalam hal evolusi, dan karena status gizi itu penting untuk reproduksi, sindrom metabolik yang disebabkan oleh obesitas sangat mungkin mempengaruhi kapasitas reproduksi,” ungkap Patrick Chappell seperti dikutip Health.India.com.

Para peneliti kini masih mempelajari lebih banyak tentang dampak keseluruhan obesitas pada awal pubertas dan efek pada pankreas, hati dan kelenjar endokrin lainnya. Seperti yang kita ketahui, pubertas dimulai lebih awal pada wanita. Ini mungkin akan memiliki beberapa efek, salah satunya terkait dengan kisspeptin.

Kisspeptin adalah hormon-neuro yang diperlukan untuk reproduksi. Sekresi normal hormon ini bisa terganggu oleh sinyal endokrin dari lemak, yang berfungsi untuk berkomunikasi ke otak.

Efek lain yang mungkin mempengaruhi selama pubertas, dan reproduksi secara umum, adalah terganggunya jam sirkadian, yang merefleksikan irama alami siang dan malam. Terganggunya siklus tidur-bangun ini dapat mempengaruhi sekresi hormon seperti kortisol, testosteron, dan insulin.

“Setiap gangguan jam sirkadian ini bisa menyebabkan sejumlah masalah. Perubahan besar dalam pola makan dan metabolisme juga bisa mempengaruhi jam selular ini,” tambah Chappell.

“Gangguan jam melalui makanan ini bahkan dapat memberi efek gangguan makan lebih lanjut terhadap metabolisme normal, membuat kerusakan parah, serta mempengaruhi tidur dan reproduksi,” tutupnya. (jay)

BACA JUGA : Zat pada Bumbu Kari Bisa Cegah Diabetes

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes