Anak Tunggal Berisiko Kelebihan Berat Badan

Menurut penelitian terbaru, anak-anak yang tumbuh tanpa saudara kandung atau anak tunggal memiliki risiko lebih dari 50 persen untuk mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Dalam penelitian oleh sejumlah ilmuwan dari berbagai penjuru Eropa ini mempelajari pola makan, gaya hidup dan obesitas, serta efek kesehatan pada anak usia 2-10 tahun. Hasilnya, anak tunggal memiliki lebih dari 50 persen untuk obesitas dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang memiliki saudara kandung.

Penelitian yang melibatkan 12.700 anak ini dilakukan di bawah kerangka proyek riset Eropa Identification and prevention of Dietary and lifestyle-induced health Effects In Children and infants (IDEFICS). Hasil penelitian ini berguna untuk mengontrol faktor-faktor berpengaruh lainnya, seperti jenis kelamin, berat lahir dan berat orangtua.
Lalu, Indeks Massa Tubuh (BMI) anak-anak ini dihubungkan dengan kuesioner yang diisi oleh orangtua mereka, mencakup pertanyaan yang berkaitan dengan kebiasaan makan anak-anak, kebiasaan menonton televisi dan jumlah waktu bermain di luar.

“Studi kami ini menunjukkan bahwa anak tunggal memiliki sedikit waktu bermain di luar, sering tinggal di dalam rumah, dan lebih mungkin memiliki televisi di kamar tidur mereka. Setelah kami meninjau faktor-faktor ini, korelasi antara saudara kandung dan obesitas memang kuat,” Ujar Monica Hunsberger, peneliti di Sahlgrenska Academy, University of Gothenburg, yang berkontribusi dalam penelitian ini.

“Faktanya, anak tunggal lebih rentan terhadap obesitas karena perbedaan dalam lingkungan keluarga individu dan struktur keluarga, yang kita tidak bisa ukur secara rinci.

Untuk lebih memahami kualitas, penelitian lebih lanjut akan dimulai tahun depan,” ungkap Lauren Lissner, peneliti lainnya di Sahlgrenska Academy. Penelitian ini sudah dipublikasikan dalam jurnal Nutrition and Diabetes. (jay)

BACA JUGA : Inilah Mitos dan Fakta Seputar Donor Darah!

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes