Awas, Serangan Virus Rabies dari Kelelawar Bisa Berakibat Fatal

Walaupun sebenarnya kelelawar jarang menyerang manusia, namun berhati-hati, terhadap serangan kelelawar. Namun di Australia, kelelawar adalah hewan yang sangat dihindari karena menyebarkan virus sejenis rabies yang menyebabkan kematian.

Seperti yang diberitakan dailymail.co.uk kemarin, seorang anak berusia 8 tahun dari Australia bernama Lincoln Boucher meninggal dunia karena teserang Lyssavirus yang dibawa oleh kelelawar. Lincoln berjuang melawan virus yang tersebar pada tubuh hingga menyerang otaknya selama 2 bulan, sebelum akhirnya meninggal dunia.

Awas, Serangan Virus Rabies dari Kelelawar Bisa Berakibat Fatal

Orang tua Lincoln sebelumnya tidak mengetahui bahwa anaknya diserang seekor kelelawar, hingga akhirnya adik Lincoln, menceritakan kepada dokter kalau kakaknya pernah diserang seekor kelelawar pada saat mereka menemani ayahnya bekerja di Queensland Resort, Whitsunday Islands, Australia.

Virus ini terbilang langka, karena hanya ada 3 kasus yang menyerang manusia hingga akhirnya meninggal dunia, termasuk yang dialami Lincoln Boucher. Sebelumnya kasus yang sama pun terjadi sekitar tahun 1996 di Australia.

Lyssavirus sebenarnya berkaitan dengan virus rabies yang terdapat pada hewan menyusui seperti anjing, kucing, kelelawar, dan hewan mamalia lainnya. Sementara di Australia, virus ini dibawa oleh kelelawar.

Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh virus ini hampir sama seperti virus rabies pada umumnya yaitu kepala pusing, demam tinggi, dan kejang-kejang. Jika tidak cepat ditangani akan menyebabkan kematian seperti yang dialami Lincoln Boucher.
Cara penyebarannya pun sama seperti rabies yaitu melalui cakaran atau gigitan hewan mamalia yang memiliki virus tersebut.

Jadi, jika Anda memelihara hewan mamalia, segeralah diberi vaksin anti rabies untuk mencegah penyebaran virus tersebut. (boy)

BACA JUGA : Tanaman Tembakau Bisa Sembuhkan Rabies?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes