jet lag sosial

Awas, Jet Lag Sosial Bisa Picu Penyakit Akibat Obesitas

Pada hasil studi terbaru, sindrom merasa cepat lelah pascaliburan atau yang disebut jet lag sosial ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit akibat obesitas. Benarkah?

jet lag sosial

Obesitas atau berat badan yang berlebih memang dapat menimbulkan beragam penyakit kronis. Dan pada studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal International Journal of Obesity, obesitas maupun penyakit obesitas dapat meningkat karena jet lag sosial.

Jet lag sosial terjadi akibat perubahan pola tidur ketika orang bekerja dan ketika orang libur. Penelitian pada 800 orang dari Dunedin Longitudinal Study menunjukkan, ada perbedaan besar pada pola tidur kedua waktu tersebut. Yang mana, seseorang yang mengalami sosial jet lag kerap menambahkan waktu dua jam tidur ketika hari libur.

Dikutip dari MedicalNewsToday.com, Sabtu (24/01), menambah jam tidur ketika liburan atau akhir pekan dapat membuat bingung jam tubuh seseorang. Kebiasaan tersebut cenderung dapat menjadi gemuk serta dapat meningkatkan risiko penyakit akibat obesitas seperti penyakit metabolik, peradangan, dan diabetes.

“Penelitian kami mempertegas studi sebelumnya mengenai kaitan seseorang yang mengalami jet lag sosial pada peningkatan Indeks Massa Tubuh (BMI). Tapi, studi ini adalah yang pertama menunjukkan perbedaan waktu tidur dapat meningkatkan penyakit akibat obesitas,” kata Dr. Michael Parsons dari Mammalian Genetics Unit di Medical Research Council Harwell.

Peneliti menemukan bahwa menambahkan waktu dua jam tidur ketika akhir pekan dapat meningkatkan risiko penyakit akibat obesitas seperti peradangan dan diabetes.

Peneliti mengatakan, alasan pasti mengapa sosial jet lag dapat mempengaruhi obesitas dan penyakit akibatnya belum diketahui. Namun, penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk menangani sindrom jet lag sosial agar dapat terhindar dari obesitas maupun penyakit yang terkait. (ctr)

BACA JUGA: Rutin Konsumsi Kacang Bantu Maksimalkan Diet

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes