Bayi yang Konsumsi Parasetamol Lebih Berisiko Asma

Berdasarkan penelitian terbaru, para ilmuwan memperingatkan bahwa bayi yang diberikan dosis Calpol dan jenis parasetamol lainnya lebih mungkin untuk terserang asma.

Menurut para ilmuwan dari University of Copenhagen, semakin sering diberikan parasetamol pada tahun pertama kehidupan, semakin besar kemungkinan sang bayi untuk mengembangkan masalah pernapasan.

Penelitian ini menambah bukti hubungan potensial antara pemberian parasetamol pada anak-anak dan perkembangan asma, namun para peneliti mengatakan bahwa hal ini tidak terbukti secara sebab dan akibat.

Peneliti senior, Profesor Hans Bisgaard, mengatakan bahwa hanya orang tua yang harusnya menggunakan parasetamol bila perlu. “Kami ingin menekankan bahwa penggunaan obat ini hanya akan menguntungkan dalam kondisi yang tepat,” ujar Prof. Bisgaard seperti dikutip Dailymail.co.uk.

Para peneliti yang dipimpin oleh Bisgaard ini meneliti sebanyak 336 anak, yang kesehatannya dipantau sejak lahir hingga usia 7 tahun.

Semua anak tercatat memiliki ibu yang men asma, yang berarti bayi-bayi tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi dari normal untuk mengembangkan kondisi asma.

Pada usia 3 tahun, sebanyak 19 persen memiliki gejala-gejala seperti asma, tetapi bayi-bayi yang telah diberikan parasetamol ternyata lebih mungkin mungkin memunculkan gejala-gejala tersebut. Untuk setiap 2 kali lipat dari jumlah hari yang diberikan parasetamol, terjadi peningkatan 28 persen risiko asma di usia 3 tahun.

“Menurut kami, hal ini masih terlalu dini untuk menyimpulkan adanya hubungan kausal, tetapi temuan ini harus mendorong penelitian lebih lanjut tentang mekanisme biologis yang masuk akal,” ujar para penliti.

Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology. (jay)

BACA JUGA : Wanita Sulit Hamil jika Ibu Menopause Dini?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes