Cara Terbaik Untuk Mendeteksi Masalah Jantung Pada Atlet

Atlet endurance seperti pelari maraton dan atlet sepeda jarak jauh terkadang mengalami detak jantung yang tidak teratur yang dikenal dengan arrhythmia. Kondisi jantung seperti ini bisa menjadi fatal dan sering menjadi penyebab kematian mendadak yang kadang-kadang terjadi di program maraton.
FotonewsJantung

Bukti baru kini telah menunjukkan bahwa untuk benar-benar mendiagnosa masalah jantung pada atlet endurance, dokter harus menguji atlet selama latihan, atau mereka akan kehilangan suatu tanda-tanda disfungsi dari ventrikel (bilik jantung) kanan jantung. Saat ini, prosedur untuk menguji atlet adalah untuk menilai jantung saat istirahat dan sering dengan penekanan pada ventrikel kiri. Penelitian telah menetapkan bahwa ventrikel kanan jantung, yang bekerja memompa darah ke paru-paru, mengalami lebih banyak stres selama latihan daripada ventrikel kiri.

Penelitian yang dilakukan oleh Profesor La Gerche dan telah dipublikasikan dalam European Heart Journal, melibatkan 17 atlet yang teridentifikasi arrhythmia ventrikel kanan (delapan di antaranya telah ditanamkan defibrillator jantung), 10 atlet yang sehat dan tujuh non-atlet. Para peneliti menemukan bahwa fungsi jantung tampak sama pada ketiga kelompok tersebut saat beristirahat, tapi pada atlet dengan arrhythmia, ventrikel kanan jantung terlihat lemah selama latihan. Penemuan ini dilakukan dengan menggunakan echocardiography, suatu teknik non-invasif yang menggunakan metode ultrasonik.

Hal ini tentunya bukan berarti bahwa latihan ketahanan tidak baik untuk jantung. Sebaliknya, latihan cardiovascular seperti lari, telah lama menjadi hal yang utama dalam menjaga sistem peredaran darah yang sehat.

Namun bagi Anda para atlet, terutama yang berpartisipasi dalam cabang olahraga jarak jauh, harus menyadari setiap perubahan yang Anda rasakan dalam detak jantung Anda atau peka pada reaksi fisiologis terhadap latihan yang Anda lakukan. Apabila Anda mengalami suatu masalah dengan jantung Anda, segera hubungi dokter.

Jadi jangan terlalu khawatir, tetap semangat berlatih dan tetap jaga pola makan Anda.(pin)

BACA JUGA: Kebiasaan Yang Dapat Memicu Serangan Jantung

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes