Cuaca Dingin Tingkatkan Risiko Serangan Jantung?

Tahukah Anda, penelitian terbaru membuktikan cuaca dingin di negara-negara yang memiliki musim dingin berkontribusi meningkatkan risiko serangan jantung? Mengapa hal ini bisa terjadi?

Indonesia mungkin tidak memiliki musim dingin, namun beberapa daerah di Indonesia memiliki cuaca yang sangat dingin, terutama pada daerah yang terletak di dataran tinggi. Baru-baru ini para ilmuwan dari Swedia dan China mempublikasikan hasil penelitian yang menyatakan cuaca dingin berkontribusi meningkatkan penyempitan pembuluh arteri penyebab serangan jantung.

Cuaca Dingin Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Para peneliti sebelumnya mengklaim bahwa salah satu jenis lemak pada tubuh dianggap berkontribusi terhadap penyempitan pembuluh darah ketika seseorang terpapar suhu rendah. Jenis lemak tersebut yaitu brown adipose tissue (BAT) atau lemak coklat (salah satu dari 2 jenis lemak yang ditemukan pada manusia) yang digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan panas.

Namun penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari beberapa universitas di Swedia dan China menemukan, ketika lemak coklat tersebut diperintah tubuh untuk menghasilkan panas karena suhu udara yang dingin, sebenarnya telah mempercepat penimpunan plak aterosklerosis (arteri tersumbat) yang terdiri dari lemak dan kolesterol pada arteri. Meningkatnya timbunan plak tersebut pada arteri diketahui dapat menyebabkan seseorang berisiko terkena serangan jantung.

Para peneliti berasumsi, bahwa paparan cuaca dingin telah mempercepat proses penimbunan plak dalam arteri sehingga mengarah pada serangan jantung dan pendarahan otak. Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Yihai Cao, M.D., Ph.D. seorang profesor biologi vaskuler di Karolinska Institute, Stockholm, Swedia, ini juga telah diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism. (boy)

BACA JUGA : Mengapa Jerawat Sering Muncul di Musim Dingin?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes