risiko stroke

Diet Mediterania Dapat Mengurangi Risiko Stroke

Diet mediterania dapat menurunkan berat badan. Studi terbaru mengatakan, diet tersebut juga berpotensi dapat mengurangi risiko stroke iskemik.

risiko stroke

Studi terbaru menyebut bahwa orang yang melakukan diet mediterania lebih kecil kemungkinan mengalami stroke iskemik, stroke sumbatan akibat emboli atau gumpalan darah yang berasal dari organ lain.

Pada penelitian ini, diet mediterania menekankan banyak konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, unggas, dan penggunaan minyak zaitun.

Studi terbaru ini sendiri dipimpin oleh Dr Ayesha Sherzai, ahli saraf dari Columbia University Medical Center di New York. Temuan ini sendiri dipresentasikan pada Kamis (12/02) kemarin dalam pertemuan tahunan American Association Stroke di Nashville.

Sherzai dan rekan-rekannya menganalisis data lebih dari 104.000 guru di California yang ambil bagian dalam studi jangka panjang rata-rata selama 52 tahun. Para peserta dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan seberapa disiplin peserta melakukan diet mediterania.

Hasilnya, peserta yang disiplin melakukan diet mediterania terkait dengan penurunan risiko stroke. Pada penelitian sebelumnya, diet ini memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit jantung, penurunan mental, dan kematian. Namun, hanya ada sedikit informasi mengenai bagaimana diet mediterania mempengaruhi risiko stroke.

“Secara keseluruhan, ada bukti yang kuat bahwa disiplin melakukan diet mediterania secara signifikan mengurangi risiko stroke,” kata Dr Paul Wright dari North Shore University Hospital di New York, seperti dikutip dari Medicinenet, Jumat (13/02).

Menurut Wright, studi ini sangat teliti karena memasukan faktor risiko mengurangi stroke lain seperti olahraga, asupan kalori total, indeks massa tubuh, merokok, dan menopause/ status hormonal.

BACA JUGA: Seafood Bisa Menyebabkan Gangguan Autoimun?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes