Diet Sehat Kurangi Risiko Kematian bagi Pasien Jantung

Menurut penelitian terbaru, pola makan jantung sehat dapat membantu melindungi orang dengan penyakit kardiovaskular dari serangan jantung dan stroke berulang.

“Kadang-kadang, para pasien tidak memikirkan untuk mengikuti diet sehat setelah tahap pengobatan berhasil dalam menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Dan, ini adalah tindakan yang salah,” kata Mahshid Dehghan, Ph.D., penulis studi dan ahli gizi di Population Health Research Institute, McMaster University, Kanada.

“Pola makan ini memiliki manfaat baik, sebagai tambahan dari obat-obatan seperti aspirin, modulator angiotensin, penurun lipid agen dan beta blockers,” tambah Dehghan seperti dikutip Zeenews.com.

Untuk penelitian ini, sebanyak 31.546 orang dewasa (rata-rata usia 66,5) dengan penyakit jantung atau kerusakan organ akhir diberikan pertanyaan soal seberapa sering mereka mengonsumsi susu, sayuran, buah-buahan, biji-bijian, ikan, daging dan unggas dalam 12 bulan terakhir.

Para partisipan juga ditanya tentang pilihan gaya hidup seperti konsumsi alkohol, merokok dan olahraga. Skor total ditentukan oleh konsumsi harian sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan susu, serta rasio konsumsi ikan dan daging.
Selama tindak lanjut hampir 5 tahun, peserta mengalami 5.190 kejadian kardiovaskular.

Peneliti menemukan, mereka yang diet jantung sehat mengalami penurunan 35 persen dalam risiko kematian akibat penyakit jantung, 14 persen pengurangan risiko serangan jantung baru, 28 persen pengurangan risiko gagal jantung kongestif, dan 19 persen pengurangan risiko stroke.

Diet yang kaya sayuran dan buah-buahan dengan rasio yang lebih tinggi dari ikan untuk daging tampaknya lebih bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung daripada untuk mencegah kanker, patah tulang atau cedera.

“Dokter harus menasihati para pasiennya untuk memperbaiki pola makan dan makan lebih banyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan ikan,” kata Dehghan. “Ini secara substansial dapat mengurangi kekambuhan kardiovaskular dan menyelamatkan nyawa secara global.”

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam American Heart Association Journal Circulation. (jay)

BACA JUGA : Cegah Diabetes dengan Konsumsi Keju!

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes