diet tinggi serat

Diet Tinggi Serat Bisa Pangkas Angka Kematian?

Banyak sekali pola diet yang ada saat ini. Namun, diet yang kaya akan serat ternyata mampu mengurangi risiko kematian akibat penyakit apapun selama penelitian. Benarkah?

diet tinggi serat

Penelitian pada hampir satu juta orang ini juga menunjukkan bahwa serat sangat berpotensi membuat risiko kematian lebih rendah akibat berbagai penyakit kronis. Seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan beberapa jenis kanker.

Manfaat makanan yang kaya serat telah diketahui sejak dulu. Yaitu seperti menurunkan kolesterol darah, mengontrol tekanan darah, gula darah, insulin, serta membantu mengurangi peradangan. Selain itu, makanan kaya serat juga mampu menahan rasa kenyang sehingga dapat menekan nafsu makan. Tentunya ini membantu bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.

Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan Harvard School of Public Health menemukan bahwa rajin mengonsumsi serat dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar 25 persen.

Yang Yang, peneliti dari Shanghai Cancer Institute menulis dalam jurnal American Journal of Epidemiology menyebut bahwa seseorang dapat melakukan diet tinggi serat agar terhindar dari kematian dini.

Peneliti menganalisa dari 17 penelitian sebelumnya yang melibatkan 982.411 pria dan wanita di Amerika dan Amerika. Dan telah terjadi kasus kematian sebanyak 67.000.

Dari lima pengelompokkan, peneliti menemukan bahwa orang yang makan serat lebih banyak setiap harinya, 16 persen lebih rendah risiko kematiannya daripada orang yang makan sedikit serat.

Dari delapan studi menunjukkan penurunan 10 persen pada risiko kematian ketika peserta menambahkan asupan serat 10 gram per hari. Yang direkomendasikan pada orang dewasa adalah mengonsumsi asupan serat sebanyak 14 gram setiap 1.000 kalori yang masuk dalam tubuh.

Tidak sulit untuk menambah porsi serat 10 gram per hari. Ini dapat dilakukan dengan dua porsi makanan gandum, seperti sereal sarapan dan dua porsi buah atau sayuran.

Sementara itu, ahli diet dari Montefiore Medicine Center di New York, Jessica Shapiro mengatakan bahwa menambah asupan serat tidak mudah dilakukan dan butuh adaptasi.

“Tubuh Anda membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri, sehingga meningkatkan kandungan serat secara perlahan dan pastikan untuk mengkonsumsi tambahan air untuk membantu pencernaan,” kata Shapiro seperti dilansir FoxNews, Selasa (13/01).

Meski demikian, penelitian ini tidak membuktikan bahwa makan lebih banyak serat membuat seseorang hidup lebih lama. Beberapa hal lain yang harus diperhatian seperti penerapan gaya hidup yang sehat. (ctr)

BACA JUGA: Orang Optimis Miliki Jantung Lebih Sehat

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes