First Day in Singapore

Pagi ini aku bangun, rasanya sih tidurku masih kurang nyenyak kemarin malam. Bantalnya terlalu empuk, jadi kempes banget kelamaan aku tidurin. Aku terbangun beberapa kali last night, dan finally aku set lagi suhu ruangan dari 24C ke 23C karena aku sedikit kepanasan. Wekker aku pasang pk 7.30 karena meetingku adalah pk 8.30 tetapi jam 7 lebih sedikit my mom mengirimkan sms yang mengagetkanku (mom lain kali jangan sms pagi-pagi ya karena tadi malem tidur jam setengah satu malem).

Setelah itu aku segera mandi dan bersiap-siap, tepat pk 8 aku sudah selesai. Di luar hujan begitu lebat, sambil terdengar sering sekali petir menyambar-nyambar. Aku kemudian duduk di kursi sofa di kamarku dan mengambil buku bacaanku. Masih setengah jam pikirku sebelum jam meetingku dan biasanya Brian sangat on time. Dan ternyata benar juga, pk 8.15, dia mengirimkan sms ke aku, bertanya dimana aku dan apakah aku jadi ke restaurant untuk breakfast jam 8.30? Aku bilang kalau sedang ada di kamar sambil menunggu dia, dan kemudian aku bilang kl aku akan segera datang.

"Ab

Aku segera turun dan terlihat dia sudah menunggu di cafe. Brian terlihat lebih gemuk daripada tahun lalu ketika kita berlibur di hawaii. Missy memberiku CD yang kata dia isinya lagu-lagu terbaru di US :) Mereka selalu membawa sesuatu kalau ketemuan seperti ini. Kemudian kita ngobrol sambil menunggu Tim, distributor dari vietnam yang ingin belajar. Missy bercerita bahwa dia sudah tidur 8 jam di penerbangan kemarin, mengingat 2 tahun yang lalu dia begitu jet lag ketika sampai di Indonesia. Aku bertanya, dalam 18 jam penerbangan, kamu tidur 8 jam itu di awal atau di akhir penerbangan? Dia ketawa sambil bilang, masalahnya tidurnya adalah 8 jam di awal:P Missy kemudian mengatakan kalau dia berusaha mendapatkan nomor handphone salah satu pramugari Singapore Airlines yang katanya cakep banget untuk aku, tapi tidak diperbolehkan oleh Brian:P Tak lama kemudian Tim muncul beserta marketing managernya Miss Nung dan akhirnya kita pindah tempat duduk ke dalam untuk sarapan di meja yang lebih besar.

Meeting bersama Tim cukup lama, dia disuruh belajar banyak dengan sistem Ultimate Nutrition di Indonesia. Dia mengatakan bahwa Amino Xtreme cukup laku di Vietnam and Brian langsung mengatakan, ‘Denny is the one who has the idea behind it’ :) Pembicaraan berlangsung ‘sangat’ lama menurutku, dan aku kenal Brian cukup baik, keliatannya dia cukup bosen :P hahaha, kita keluar dari ruangan untuk pindah ke lounge setelah menyelesaikan sarapan karena di café tersebut suhunya terlalu dingin. Meeting kita lanjutkan di lounge, dan Tim banyak bertanya tentang cara distribusi yang aku lakukan di Indonesia, bagaimana tips-tips marketing dan macam-macam lagi. Vietnam mirip sekali dengan Indonesia, dimana penjualan suplemen di supermarket masih minim, sangat berbeda dengan kondisi di US dimana banyak sekali toko supplement. Setelah berbicara cukup lama, pk 1 kita menyelesaikan meeting ‘untuk sementara’.

Sementara Tim menunggu di lobby, aku kembali ke kamarku bersama Brian n Missy. Aku memberikan berbagai jenis kopi dari Indonesia untuk Brian karena dia emang penggemar kopi. Kemudian aku segera meminum daily complete, multivitamin harian yang aku biasa minum dan menemanin brian n missy kembali ke kamar mereka.

Aku pikir kamarku sudah cukup berantakan, tetapi ternyata kamar mereka JAUH lebih berantakan, hahahaha. Aku disana beberapa saat sambil menunggu mereka ganti pakaian, mereka membawakan aku jaket tebal dengan tulisan namaku di depan dan tulisan Ultimate Nutrition di belakangnya, persiapan untuk musim dingin di australia besok lusa.

Setelah itu kami semua menuju ke lobby untuk bertemu dengan Tim dan kita semua langsung memesan taksi dan menuju ke Takashimaya. Setelah sampai disana, aku mengajak mereka makan di Sushi Tei, karena beberapa orang dari mereka belum pernah mencobanya. Missy menyebutku ‘Denny our Tour Guide’ karena aku berjalan cukup cepat menuju restaurant (actually because i’m hungry:P). Tim cukup suka dengan sushi tei dan memesan banyak makanan. Brian n Missy yang masih jet lag, tidak makan terlalu banyak karena menurut mereka, saat itu seharusnya mereka masih tidur tengah malam. Setelah selesai makan, kita berjalan-jalan di seputar orchard road tanpa tujuan. Dan setelah lama berjalan-jalan, Brian sudah keliatan bosan banget, and I know him very well, dia mengatakan kepada yang lain bahwa mereka silahkan berjalan-jalan or shopping, sedangkan dia dan aku akan kembali ke hotel karena ada yang mau dibahas. Aku mengiyakan, berjanji lagi untuk ketemu di lobby hotel pk 19.15 untuk bersama-sama menuju Clark Quay untuk dinner dan setelah itu kita akhirnya berpisah.

Aku mencari taksi bersama Brian, dan sambil ngobrol di dalam taksi kita menuju hotel. Setelah sampai di hotel gantian Brian yang membayar taksinya dan seperti biasa, dia kasih $10 dan ga mau kembalian :) Setelah memasukki lift hotel, dia mengatakan, ntar ketemunya jam 6 aja di café sebelum pergi bersama Tim, kita meeting sendiri tentang beberapa hal sebelum Tim datang. Somehow, aku dah terbiasa sekali dengan cara Brian seperti itu, it’s like I even know that he’s gonna said that. Setelah itu aku kembali ke kamarku dan yang cukup mengesankan adalah, selain cleaning service hotel membersihkan kamarku, dia juga melipat rapi semua baju dan celanaku, bahkan menata semua sikat gigi, odol, sisir dalam urutan yang cukup rapi di atas sebuah handuk kecil. Still impressive:) Kemudian aku mulai membersihkan badan, dan mulai menyicil menulis blog ini. Ada satu hal yang membuatku sangat happy, yaitu ketika aku cek internet, Toefl Scoreku udah keluar, salah satu persyaratan yang tertunda untuk memasukki kuliah masterku di US.  Dari kebutuhan 79-80, ternyata hasil scoreku cukup menggembirakan, 98. Cepat-cepat aku menghubungi Bridgeport University tentang hasilku ini dan tidak sabar menunggu apa kata mereka.

Tepat jam 6 aku turun menuju cafe, tetapi Brian ternyata belum ada, so I just wait there for 10 minutes and finally I call him. Ternyata dia lagi ada telp dari beberapa orang jadi agak terlambat, setelah itu Brian turun dan kita ngobrol banyak tentang Ultimate Nutrition, sambil menikmati black tea with vanilla milk. Setelah 1 jam, kami kembali ke kamar untuk menjemput Missy dan turun ke lobby untuk bergabung dengan Tim yang juga baru saja tiba.

Kemudian kita berangkat menuju Clark Quay untuk makan malam. Tim tiba sedikit terlambat karena taxinya kena macet, jadi aku bersama Brian and Missy masih sempat booking tempat di Jumbo Seafood Restaurant dan kemudian kembali mencari Tim. Setelah ketemu, dan mengingat waktu reservasi restaurant masih lama, kami memutuskan untuk jalan-jalan. Miss Nung terlihat antusias ketika mengamati Sling Shot. Sling Shot adalah ketika kita naik ke capsule dan dilontarkan dengan kecepatan tinggi ke atas:)

Setelah itu kita makan malam, sambil ngobrol cukup lama. Ada hal baru yang aku dapatkan dari culture orang vietnam yaitu mereka suka sekali tidur siang. Di kantor Tim, makan siang adalah jam 12 siang dan kembali bekerja jam 1.30. Setelah makan siang, pada umumnya mereka semua akan tidur siang di mejanya masing2 dan lampu di ruangan itu akan dimatikan. Bahkan Tim mengatakan kalau dia pernah ke suatu bank pas jam 12 siang, dan lampunya lagi dimatikan, banyak orang tiduran di lantai. Dia bilang kalau waktu itu kaget banget dan dipikir bank tersebut lagi ada serangan gas atau teroris:))

Akhirnya Brian mengatakan kalau dia cukup ngantuk dan memutuskan untuk langsung kembali ke hotel. And as usual, aku kembali ke kamarku dan mendapati bahwa kamarku sudah tertata rapi lagi semuanya. Hotel ini dibersihkan dua kali sehari? Cukup mengesankan:) Dan for you guys who wanna see my pictures, here’s my picture before taking a shower and before writing this blogs. Now I need my rest :)

"Cable

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes