Gagal Jantung Incar Para Penderita Insomnia

Gangguan susah tidur atau insomnia tidak hanya membuat tubuh kekurangan energi, tetapi juga meningkatkan risiko gagal jantung jika terjadi dalam waktu lama. Setidaknya itulah temuan yang disampaikan tim peneliti dari Royal Institute of Technology di Swedia.

Gagal-Jantung-Incar-Para-Penderita-insomnia

Studi tersebut melibatkan lebih dari 50 ribu pria dan wanita dengan rentang usia 20-89 tahun. Peneliti mengumpulkan data mengenai kebiasaan tidur para partisipan dan rincian terkait gejala umum insomnia.

Data tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 1.400 orang mengalami gagal jantung yang ditengarai sebagai dampak dari gangguan tidur atau insomnia.

Bahkan para ilmuwan di Henry Ford Center of Sleep Disorder menyatakan, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk tidur berarti semakin tinggi pula risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Namun bukan berarti insomnia tidak dapat diatasi. Salah satu langkah efektif untuk mengatasi insomnia adalah dengan mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh akan magnesium, kalsium, dan melatonin. Selain itu, mencoba latihan aerobik secara rutin juga terbukti ampuh mengatasi insomnia.

Sebuah studi di Northwestern University di Chicago, Illinois, meneliti 23 orang dewasa dan 55 wanita lansia, yang mengalami kesulitan tidur. Setelah 16 minggu menjalankan program pelatihan yang mencakup olahraga seperti latihan aerobik, sepeda, dan treadmill. Hasilnya, rata-rata peserta penelitian mengalami peningkatan kualitas tidur dan penurunan insomnia. (dan)

BACA JUGA : IQ Tinggi Berarti Libido Tinggi, Benarkah?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes