Gangguan Makan Disebabkan Faktor Genetik?

Dalam sebuah penelitian baru, para ilmuwan telah menemukan bukti baru dari faktor kecenderungan genetik yang bisa menyebabkan gangguan makan. Faktor genetik ini diturunkan dari ibu ke anak perempuan.

gangguan-makan

Profesor Howard Steiger dari McGill University, Montreal, Kanada, mengungkapkan penemuan dalam Epigenetika pekan lalu, yang menjelaskan bagaimana pengembangan genetik yang merugikan bisa menyebabkan masalah kesehatan mental.

“Ilmu Epigenetika ini memang relatif baru. Epigenetika bisa membantu menjelaskan bagaimana pengembangan yang merugikan, stres, kekurangan gizi, dan pengaruh lainnya yang bisa mempengaruhi perkembangan mental-masalah kesehatan, termasuk gangguan makan,” tulis The Age yang mengutip pernyataan Profesor Steiger di acara National Eating Disorders Collaboration National Workshop.

Menurut Profesor Steiger, Epigenetika akan memainkan peran yang berkembang dalam memahami gangguan makan.
“Gangguan makan sangat signifikan dan juga masalah penting. Gangguan ini sebenarnya tentang peralihan kebiasaan-kebiasaan di lingkungan sehingga menyebabkan kerentanan keturunan,” ujar Steiger.

Ilmu ini akan memberi kita tentang pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana sebagian orang bisa mengembangkan gangguan makan. Gangguan makan itu bukan karena kelemahan moral atau cacat kepribadian, tetapi sebuah kerentanan yang nyata dan kami bisa menemukan bukti fisik yang nyata,” katanya.

Dengan hanya mengidentifikasi gen, Profesor Steiger berharap bisa mengembangkan tes dan bahkan obat-obatan. Temuan dari penelitian ini sudah dipresentasikan pada sebuah konferensi di Adelaide, Australia, pekan lalu.

BACA JUGA : Golongan Darah Berpengaruh pada Risiko Penyakit Jantung

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes