penyebab neuropati

Hati-hati, Neuropati Bikin Otot Anda Menyusut

Katabolisme otot atau penyusutan otot adalah momok paling menakutkan di kalangan fitnesmania. Bagaimana tidak, setelah berbulan-bulan latihan dengan harapan otot akan membesar, yang didapatkan malah otot makin mengecil dan kekuatan otot menurun. Jika ini yang terjadi maka Anda patut waspada karena ini bisa menjadi pertanda neuropati.

penyebab neuropati

Neuropati adalah kondisi di mana sel saraf mengalami kerusakan. Terutama sel-sel saraf yang terhubung langsung dengan otot yang sering Anda latih. Kerusakan ini menyebabkan kinerja otot menjadi tidak stabil dan tidak maksimal. Bahkan dalam kondisi tertentu, neuropati ini dapat memicu katabolisme otot (penyusutan).

Neuropati biasanya ditandai dengan nyeri otot dan mati rasa pada tangan maupun kaki. Namun faktor terbesar penyebab neuropati adalah penyakit diabetes.

Neuropati dapat mempengaruhi saraf yang mengendalikan gerakan otot (saraf motorik) dan mereka yang mendeteksi sensasi seperti menggigil atau nyeri (saraf sensorik). Dalam beberapa kasus, neuropati otonom dapat mempengaruhi bagian organ internal, seperti halnya jantung, pembuluh darah, kandung kemih, atau usus.

Penyebab lain dari neuropati cukup beragam. Seperti kondisi trauma atau tekanan pada saraf yang biasa disebut dengan saraf kejepit. Ini bisa terjadi ketika melakukan gerakan dalam posisi yang salah, mengangkat beban dari posisi jongkok atau duduk terlalu lama dalam satu posisi.

Minimnya asupan vitamin dan mineral seperti vitamin B juga dapat meningkatkan risiko neuropati. Pun dengan kebiasaan tidak sehat seperti mengonsumsi minuman beralkohol, pola makan tidak teratur, penyakit lupus, rematik, dan efek samping obat-obatan tertentu.

Semakin bertambah usia seseorang maka fungsi saraf pun akan semkain menurun. Semua saraf dalam tubuh sangat bergantung pada asupan vitamin B komplek karena vitamin ini berperan penting melindungi dan meregenerasi sel saraf.

Selain mencukupi asupan vitamin B kompleks seperti vitamin B1, B6, dan B12, para ahli juga menyarankan agar memilih pola latihan yang sesuai dengan kemampuan tubuh. “Setiap individu memiliki kapasitasnya sendiri sehingga harus memilih latihan yang tepat untuk dirinya,” terang Benrud-Larson, penulis Autonomic Symptoms And Diabetic Neuropathy: A Population-Based Study tahun 2004. (dan)

BACA JUGA : Bukan Cuma Kolesterol yang Picu Serangan Jantung

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes