Hipotermia Incar Para Korban Badai Sandy

Dengan matinya listrik dan turunnya suhu setelah Badai Sandy yang menyerang kawasan pesisir timur AS, mencari kehangatan bukan hanya soal masalah kenyamanan. Ini adalah masalah hidup dan mati karena hipotermia mengincar para korban..

Pada tahap awal, hipotermia – suhu tubuh yang terlalu rendah – sulit untuk dikenali. Yang membuatnya sangat mematikan, banyak orang tidak mengetahui serangan hipotermia dan menjadi tidak mampu mengurus diri sendiri.

Menurut perkiraan banyak orang, hipotermia baru bisa terjadi bila mengalami kebekuan di outdoor. Tetapi jika seseorang basah akibat hujan atau keringat, hipotermia bisa terjadi pada suhu di atas 40 F.

Korban yang paling berisiko adalah orang tua, yang kurang mampu untuk mengimbangi suhu rendah, menurut James F. Peggs, MD, profesor kedokteran keluarga di University of Michigan.

“Bagi orang tua, yang tidak terpapar kehangatan tungku dan menghabiskan berjam-jam di lantai dingin bisa memicu hipotermia,” kata Peggs. “Suhu tubuh 96, tidak lebih rendah dari normal, dapat menyebabkan gejala hipotermia pada orang tua.”

Bayi, terutama yang tertidur di ruangan yang dingin, juga beresiko. Begitu juga dengan anak-anak tanpa pengawasan. Orang-orang yang doyan minum alkohol juga berisiko hipotermia, seperti halnya beberapa orang yang menderita penyakit mental.

Hipotermia adalah suatu kondisi medis yang serius. Gejala-gejala hipotermia sama pada anak-anak dan orang dewasa:

1. Kebingungan, kehilangan memori, atau bicara cadel

2. Suhu tubuh di bawah 95 F

3. Kelelahan atau mengantuk

4. Kehilangan kesadaran

5. Mati rasa pada tangan atau kaki

6. Bernapas berat

7. Gemetaran

Gejala-gejala hipotermia pada bayi meliputi:

1. Kulit merah terang, dingin

2. Tingkat energi sangat rendah

Pengobatan Hipotermia berarti pemanasan tubuh secara perlahan. JANGAN mulai pemanasan di bagian tangan dan kaki, karena hal ini bisa mengakibatkan shock. Pertama-tama, sebaiknya hangatkan tubuh terlebih dahulu:

Tips pertolongan pertama korban hipotermia:

1. Bawa korban ke dalam ruangan.

2. Lepaskan pakaian basah dan keringkan tubuh jika basah.

3. Hangatkan dada, leher, kepala, dan selangkangan dengan menyelimutkan atau gunakan selimut listrik untuk hasil terbaik, jika tersedia. Anda juga bisa menghangatkan orang dengan kontak kulit-ke-kulit di bawah lapisan selimut atau handuk longgar yang kering.

4. JANGAN mandikan korban dengan air hangat atau berendam di air hangat. Pemanasan yang terlalu cepat bisa menyebabkan masalah jantung.

5. Anda dapat menggunakan botol air panas atau kemasan bahan kimia panas, tetapi jangan diletakan secara langsung pada kulit. Sebaiknya dibungkus handuk kering.

6. Setelah suhu tubuh menjadi normal, teap jaga korban agar tetap terbungkus dalam selimut yang hangat. Jangan lupa juga untuk membungkus leher dan kepala.

7. Berikan cairan hangat, tapi hindari minuman seperti teh atau kopi yang mengandung kafein. JANGAN memberi minuman beralkohol.

8. Jika orang dengan hipotermia tidak bernapas secara normal, mulailah CPR untuk anak-anak atau CPR dewasa.

9. Setelah korban tiba di rumah sakit, profesional medis bisa memberikan cairan infus dan oksigen. (jay)

BACA JUGA : Fakta dan Fiksi Seputar Kanker Payudara

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes