Ilmuwan AS Temukan Kelemahan Bakteri E. coli

Para peneliti akhirnya menemukan titik kelemahan bakteri populer E.coli. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi peran molekul dalam memerangi infeksi.

Bakteri mematikan ini diketahui bekerja dengan cara menyusup dan mencemari persediaan makanan, yang akhirnya menyebabkan penyakit dan kematian pada populasi di seluruh dunia.

“Kami telah menemukan molekul tertentu, yang dikenal dengan HVEM, bisa menghasilkan sel-sel yang melapisi permukaan paru-paru dan usus. Molekul ini sangat penting untuk melindungi tubuh dari E. coli, pneumokokus dan infeksi bakteri lainnya yang masuk ke tubuh kita melalui lapisan pernapasan atau traktat usus, monster beats amazon australia ” kata Mitchell Kronenberg, yang memimpin penelitian tersebut.

“Kami menemukan bahwa HVEM bertindak dalam sel-sel ini seperti penjaga perbatasan yang merespon keberadaan bakteri invasif dan sinyal sistem kekebalan tubuh untuk mengirimkan lebih banyak pasukan,” kata Kronenberg, selaku Presiden dan Chief Scientific Officer di La Jolla Institute for Allergy & Immunology, AS.

“Tanpa keterlibatannya sebagai bagian dari pelindung epitel, tubuh bisa diserbu oleh bakteri yang menyebabkan penyakit tertentu,” tambah Kronenberg. Penemuan ini akan membuka jalan untuk mengembangkan pengobatan atau vaksin yang lebih efektif terhadap infeksi bakteri.

Sel epitel melapisi perbatasan mukosa tubuh, a michael kors watch purse termasuk mulut, hidung, usus dan paru-paru. Ini merupakan titik masuk yang paling umum untuk patogen infeksius. “Orang-orang tahu bahwa sel-sel epitel mukosa melindungi perbatasan tubuh dari infeksi,” kata Kronenberg. “Tetapi satu hal yang belum diketahui, HVEM itu sangat penting dalam mengubah respon anti-bakteri sel epitel.”

Richard S. Blumberg, profesor kedokteran di Harvard Medical School dan kepala divisi Gastroenteroogy, nfl jerseys all teams alibaba Hepatologi dan Endoskopi di Brigham and Women’s Hospital, juga menyebut bahwa penelitian ini penting di berbagai tingkatan.

“Ini adalah kepentingan biologis besar, karena menunjukkan bagaimana jalur ini memiliki peran sangat penting dalam pengelolaan infeksi pada batas epitel, yang merupakan entry point untuk sebagian besar penyakit menular,” katanya. (jay)

BACA JUGA : Kebiasaan Kaum Urban Pemicu Diabetes

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes