sindrom metabolik

Inilah Pemicu Munculnya Sindrom Metabolik

Sering mengonsumsi makanan yang mengandung kalori tinggi berpotensi memunculkan sindrom metabolik. Selain asupan kalori yang berlebih, kurang olahraga juga menjadi penyebab munculnya sindrom metabolik.

sindrom metabolik

Sindrom metabolik, istilah medis untuk kombinasi diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas. Sindrom metabolik ini menempatkan seseorang pada risiko yang lebih tinggi mengalami penyakit jantung, stroke, dan kondisi lain terkait pembuluh darah.

Dikutip dari Antara News, Jumat (27/02), kalori terdapat pada banyak sumber makanan seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, gula, garam, dan minyak. Namun, perlu bagi seseorang untuk mengontrol asupan jumlah kalori harian mereka.

“Gula dan semua makanan minuman yang mengandung unsur itu akan berkontribusi terhadap asupan kalori per hari kita,” kata dokter spesialis gizi dari RSCM, Dr. Elvina Karyadi,  MSc, PhD, SpGK.

Dijelaskannya, asupan kalori yang ideal adalah sekitar 1.500-2.000 kalori per harinya. Namun, sindrom metabolik akan muncul apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik atau olahraga.

“Yang jadi masalah adalah ketika gaya hidup kita kurang gerak, maka kalori yang masuk ke dalam tubuh tidak seimbang dengan yang terbakar oleh aktivitas atau gerak tubuh. Lambat laun kelebihan kalori ini akan tertumpuk menjadi lemak tubuh dan menimbulkan sindrom metabolik,” tambahnya.

Menurut Dr. Elvina, penting untuk menjaga asupan gizi yang seimbang serta gaya hidup yang lebih sehat dan aktif. Ia menyarankan sebaiknya minimal melakukan olahraga atau aktivitas fisik 150 menit dalam satu minggu. (ctr)

BACA JUGA: Wanita Sering Abaikan Tanda Awal Serangan Jantung?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes