kurangi jam kerja

JK: Kurangi Jam Kerja Wanita Demi Mutu Generasi Bangsa

Nampaknya duet maut pasangan presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) benar-benar membuat gebrakan baru yang jarang diperhatikan selama ini. Setelah Jokowi menginstruksikan larangan resepsi megah bagi pejabat negara dan wajib menyediakan suguhan singkong dan ubi ketika rapat, kini giliran JK yang membuat perubahan.

Jendela

JK memang berasal dari tokoh sosial yang sangat peduli dengan masalah kemanusiaan. Kini, perhatiannya sedang tertuju pada peran wanita karier di Indonesia. Itulah sebabnya JK menginstruksikan pengurangan dua jam kerja bagi wanita karier. Pengurangan jam kerja tersebut dimaksudkan agar perempuan dapat memaksimalkan perannya dalam keluarga. Misalnya, seperti mendidik anak, intensif Air Susu Ibu (Asi) bagi yang mempunyai balita, dan masih banyak lainnya.

Ketua Persatuan Umat Islam (PUI) Nurhasan Zaidi mengungkapkan, bahwa instruksi dari Wakil Presiden (Wapres) RI tersebut disambut baik oleh semua kalangan. Itulah sebabnya, usulan tersebut sampai saat ini masih dikaji dan besar kemungkinan akan dilaksanakan. “Wanita yang aktif sebagai pegawai negeri atau swasta itu porsinya dikurangi karena intinya wanita itu punya kewajiban untuk menyiapkan anak bangsa ke depan. Untuk waktu, beliau (Wapres .Red) ingin mengurangi dua jam dalam sehari untuk berkantor,” jelasnya.

Nurhasan menambahkan, gagasan mengenai pengurangan jam kerja perempuan, berangkat dari kekhawatiran Wapres mengenai nasib generasi muda ke depannya. “Pak JK mengusulkan satu jam sebelum masuk kantor lebih dikurangi, pulangnya juga dipercepat satu jam,” sambung Nurhasan.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Yuddy Chrisnandi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB). Dirinya mengungkapkan bahwa usulan Wapres JK sangat bijak dan manusiawi. Dengan begitu, para pekerja wanita diberi kesempatan untuk mengurus anak mereka. Namun sayang, tambahnya, kebijakan pengurangan jam kerja bagi pekerja wanita ini baru bisa diterapkan bagi pegawai negeri sipil (PNS). “Sementara ini untuk PNS karena kami kan tidak bisa mengatur swasta,” pungkasnya.

Seperti yang kita tahu, bahwa seorang wanita mempunyai peran besar dalam sebuah keluarga. Seperti yang telah disinggung, ini demi mengembangkan dan memperhatikan anak-anak mereka agar mempunyai kualitas yang baik. Bukan hanya demi perkembangan mental, melainkan juga dari segi kesehatan mereka. Siapa lagi yang memperhatikan nutrisi anak-anak mereka, jika bukan ibunya sendiri? Semoga gagasan ini menjadi angin segar bagi para ibu untuk selalu memperhatikan tumbuh kembang dan kesehatan anak-anaknya. (gie)

BACA JUGA: Presiden Ri: Singkong Suguhan Wajib Pejabat Negara

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes