diabetes

Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Obesitas dan Diabetes

Banyak penyebab seseorang tidak mendapatkan tidur yang berkualitas. Terbaru, peneliti mengatakan bahwa kurang tidur berpotensi meningkatkan obesitas dan diabetes. Peneliti mengatakan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan kadar asam lemak bebas dalam darah. Zat-zat ini mengganggu kemampuan hormon insulin untuk mengatur kadar gula darah.

diabetes

Dikutip dari WebMD, Jumat (20/02), temuan yang diterbitkan dalam jurnal Diabetologia ini menunjukkan bahwa tingkat obesitas dan diabetes dapat dikurangi dengan sesuatu yang lebih sederhana, seperti mendapatkan tidur yang berkualitas.

Pada studi ini melibatkan 19 pria sehat dengan usia antara 18 dan 30 tahun. Peserta dibagi dalam dua kelompok tidur, yakni mendapatkan tidur yang berkualitas saat malam hari (delapan jam) selama empat malam. Dan kelompok lain hanya mendapatkan tidur kurang lebih empat jam.

Hasilnya, peserta yang kurang tidur tingkat asam lemak dalam darah mereka meningkat dan tetap tinggi pada keesokan harinya. Ini biasanya akan terus meninggi namun akan menurun ketika malam hari. Para peneliti mengatakan, selama asam lemak tetap tinggi, kemampuan insulin untuk mengatur kadar gula darah akan terganggu.

“Hasilnya adalah kerugian yang signifikan dari manfaat insulin. Hormon penting ini kurang mampu melakukan tugasnya. Aksi insulin pada orang muda yang sehat menyerupai apa yang biasanya kita lihat sebagai awal diabetes,” kata pemimpin studi, Josiane Broussard dari Cedars-Sinai Medical Center Diabetes and Obesity Research di Los Angeles.

Para peneliti mengatakan, temuan ini menambah bukti bahwa kurang tidur dapat mengganggu metabolisme lemak. Dan menunjukkan bahwa menambah jam tidur bagi mereka yang kurang tidur dapat mengurangi tingkat obesitas dan diabetes. (ctr)

BACA JUGA: Diabetes Juga Bisa Pengaruhi Otak

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes