latihan beban

Lib Marchese, Sembuh dari Depresi dengan Latihan Beban

Latihan beban biasanya identik dengan latihan untuk program pembentukan tubuh agar lebih kuat, berotot, seksi, dan sehat secara keseluruhan. Namun, Lib Marchese, seorang natural bodybuilder asal Australia ini justru mendapatkan manfaat lain dari latihan beban yang dijalani. Yaitu, ia bisa sembuh dari depresi yang sempat membayanginya.

latihan beban

Selain berhasil lepas dari depresi, Lib bisa bangkit kembali dan meraih sejumlah prestasi membanggakan dari bodybuilding. Bagaimana kisah Lib Marchese melewati depresi, serta prestasi yang berhasil diraihnya?

Awal Depresi

Ya, Lib pernah mengalami depresi ketika bisnis yang dijalani bersama sahabatnya mulai mengalami masalah, salah satunya masalah keuangan. Bukannya membantu, sahabat Lib tersebut justru meninggalkannya dengan beragam masalah yang terjadi. “Ketika itu, saya merasa seseorang telah menempatkan tali di leher saya,” ujar Lib ketika berkunjung ke Pulau Bali beberapa waktu lalu.

Lib mengatakan bahwa kurang lebih lima tahun ia mengalami depresi dan cenderung lebih banyak diam ketika bertemu keluarga maupun teman. Keluarga sendiri tetap memberikan support pada Lib agar cepat lepas dari depresi yang dialami. Kemudian ia melakukan latihan di gym.

Mengenal Gym

Depresi membuatnya berada pada tekanan. Ia lebih banyak diam saat bersama keluarga maupun teman. Keluarga pun tidak tinggal diam dan selalu berusaha yang terbaik agar Lib kembali ceria seperti semula.Akhirnya, Lib memilih untuk beraktivitas latihan atau olahraga di gym.

Ketika berlatih di gym, Lib mengaku merasa lebih bahagia dan bertenaga. Karena itu, Lib memilih melakukan latihan di gym untuk melawan depresi yang dialami. Juga, keluarga sangat mendukung keputusannya ini. “Keluarga sangat mendukung. Sebelum memilih ini, saya lebih dulu meminta pendapat mereka,” jawab Lib.

Beberapa bulan sebelum usia ke-40 tahun, Lib mulai rutin melakukan latihan di gym. Hingga akhirnya, Lib mampu lepas dari depresi dan lepas dari ketergantungan obat anti depresi. Bahkan lebih dari itu, Lib juga mampu berprestasi meski usia yang boleh dibilang tidak muda lagi.

Pola Latihan dan Diet

latihan beban

Untuk program yang dilakoni, Lib lebih banyak memilih latihan dengan gerakan isolasi (isolation movements) atau latihan yang fokus pada suatu kelompok otot tertentu dalam sekali waktu yang dilakukan secara berulang-ulang hingga mencapai jumlah repetisi yang diinginkan.

“Artinya, hari ini saya latihan otot kaki, esok harinya baru bahu, berikutnya punggung, bicep, tricep, dada, lalu perut,” terang Lib.

Sementara untuk diet sendiri, Lib mengaku cukup kesulitan. Menurutnya, menentukan pola makan lebih sulit daripada latihan beban. Untuk diet, Lib sarapan omelet telur dengan bayam dan teh. Makan siang dengan oat yogurt dan protein powder. Sore hari ayam rebus dan salad ditemani teh, lalu turkey mince dan steamed brokoli saat makan malam, serta ikan atau salmon dengan sayur kukus.

Keluarga yang Utama

Lib mengatakan bahwa keluarga merupakan motivasi utamaya lepas dari depresi. James, salah satu dari empat anaknya mengatakan pada Lib bahwa dia senang melihat ayahnya tertawa lagi karena ayah terlalu lama bersedih. Sontak, pernyataan sang anak membuat Lib semakin termotivasi untuk melakukan hal yang lebih positif.

Lepas dari Depresi, Lebih Berprestasi

latihan beban

Selain berhasil lepas dari depresi dengan melakukan latihan beban di gym, Lib juga berhasil meraih sejumlah prestasi yang membanggakan. Bersama personal trainernya yang bernama Lukas Trainor, Lib akhirnya ikut kompetisi yang pertama kalinya pada September 2014 lalu. Bahkan, ia berhasil meraih medali perak ketika berusia 45 tahun di salah satu kompetisi.

“Setelah melewati depresi, saya perlu melakukan sesuatu untuk bangkit kembali. Dan prestasi yang saya raih tersebut seolah membuat saya hidup kembali dan lebih siap jika hal buruk kembali terjadi, dan bekerja lebih keras dan tekad yang kuat untuk mencapai yang diinginkan,” kata Lib.

Kini, kehidupan Lib bersama keluarganya menjadi lebih baik dan lebih sehat tentunya karena Lib menerapkan pola hidup sehat pada keluarga. Seperti melakukan latihan atau olahraga rutin dan pola diet yang sehat. “Saya selalu berusaha bangun lebih pagi dan pergi ke gym sebelum bekerja. Rutinitas tersebut membuatku hariku lebih segar,” ujar Lib.

Kunjungan Lib Marchese ke Bali merupakan undangan dari Sheraton Bali Kuta Resort di mana Lib mengisi beberapa program yakni:
1. Social Hour featuring Lib Marchese pada hari Jumat, 24 April 2015
Lib Marchese menjadi speaker Sheraton Social Hour feat. Lib Marchese pada Jumat, 24 April 2015 di The Lounge Sheraton Bali Kuta Resort berbagi pengalamannya dalam menginspirasi pria dan wanita di atas 40 tahun untuk menghadapi personal struggle dengan cara menjaga kesehatan, fitnes, juga mengenai manfaat menerapkan pola makan sehat dan menjaga kebugaran tubuh.

2. Fit Session featuring Lib Marchese and Anita Fitzgerald pada hari Sabtu, 25 April 2015
Dalam sesi ini Lib dan Anita berbagi mengenai rencana mengubah gaya hidup sehat dalam waktu 3 minggu serta olahraga praktis bagi para tamu Sheraton Bali Kuta Resort dan bertempat di Sheraton Fitness.

Selain aktivitasnya berlatih di gym, Lib berbisnis salon yang dikelolanya bersama sang istri Lorianna, serta selalu menikmati waktu bersama keluarga. Semoga sukses Lib! (ctr)

BACA JUGA: Inilah Alasan Mengapa Anda Butuh Personal Trainer

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes