Mengapa Makanan Terlihat Lebih Menggoda saat Kita Kurang Tidur?

Fitness mania, para peneliti ini berhasil membuktikan mengapa makanan akan terlihat sangat menggoda saat kita kurang tidur.

makanan-terlihat-menggoda

Setelah dilakukan penelitian di University of Chicago, ditemukan bahwa anak muda sehat dan tidak obesitas yang tidur hanya 4,5 JAM pada malam hari memiliki tingkat darah YANG tinggi molekul 2-arachidonoylglycerol, dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tidur selama delapan jam. 2-arachidonoylglycerol inilah yang mengatur perasaan “menghadiahi diri dengan makanan setelah berhasil melakukan sesuatu.”

“Studi eksperimental sebelumnya menunjukkan bahwa kurang tidur mampu meningkatkan rasa lapar dan nafsu makan,” kata peneliti Erin Hanlon, Ph.D., dari asosiasi penelitian di University of Chicago bagian Endokrimologi, Diabetes, dan Metabolisme. “Mekanisme untuk makan secara berlebihan setelah kurang tidur mungkin penyebab dari molekul endocannabinoid ini, yang disebut dengan 2-arachidonoylglycerol atau 2-AG,” tambahnya.

Para peneliti mencatat bahwa penemuan ini dapat meningkatkan pemahaman mengapa obesitas dan kelebihan berat badan berkaitan dengan kurangnya tidur.

Penelitian ini melibatkan sembilan orang, usia rata-rata 23 tahun, yang dibagi menjadi dua kelompok dan menghabiskan enam malam menginap di laboratorium secara terpisah. Kelompok pertama tidur dari jam 11 malam sampai jam 07:30 pagi. Itu berarti sebanyak 8,5 jam waktu tidur, yang dapat dianggap normal. Sementara kelompok lainnya tidur dari jam 1 pagi sampai jam 5.30 pagi, yang artinya sebanyak 4,5 jam waktu tidur, yang menjadi indikasi kurang tidur. Pada siang hari, semua peserta studi mengonsumsi makanan yang sudah dikontrol kalorinya.

Setelah itu, malamnya para peneliti mengambil sampel darah dari para peserta dari masing-masing kelompok untuk melihat kadar tingkat 2-arachidonoylglycerol mereka. Tingkat molekul ini biasanya rendah pada saat seseorang sedang setengah tidur, tapi tingkatannya melonjak tinggi pada saat sore hari. Tapi setelah jangka waktu tidur yang pendek, peneliti menemukan bahwa kadar 2-arachidonoylglycerol bahkan lebih tinggi dari batas normal pada sore hari.

2-arachidonoylglycerol bukanlah satu-satunya molekul yang meningkat tinggi setelah kurang tidur. Sebuah penelitian terbaru yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan Society for the Study of Ingestive Behavior menunjukkan bahwa hormon lapar yang disebut ghrelin juga ditemukan dalam darah pada tingkat yang sangat tinggi setelah kurang tidur malam. Sebuah kesimpulan serupa juga dinyatakan dalam ulasan di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics yang diterbitkan tahun lalu.

Ditambah lagi, sebuah studi yang diterbitkan pada awal tahun ini dalam jurnal Psychoneuroendocrinology menunjukkan bahwa setelah seseorang kurang tidur, maka orang tersebut cenderung ingin makan dengan porsi yang lebih besar.

Untuk itu fitness mania, tidurlah yang cukup selama delapan jam sehari agar nafsu makan Anda bisa dikendalikan.

BACA JUGA : Hati-hati! Kurang Tidur Bisa Sebabkan Stroke

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes