kanker kulit

Mengapa Pilot Sangat Rentan Terkena Kanker Kulit?

Apakah Anda pernah mendengar tentang kanker kulit atau melanoma? Menurut laporan yang diterbitkan secara online oleh JAMA Dermatology, melanoma termasuk ke dalam kanker yang mematikan. Kanker kulit ini juga dikenal sebagai malignant melanoma and cutaneous melanoma. Melanoma adalah kanker yang terjadi pada melanosit, sel pigmen yang ada di kulit yang menghasilkan melanin. Berita buruknya, ada beberapa jenis profesi yang bisa menyebabkan Anda rentan terhadap kanker ini. Salah satunya adalah pilot pesawat terbang.

Pilot

Menurut situs dailymail.co.uk Pilot pesawat berada pada risiko kanker kulit yang mematikan karena mereka terkena radiasi pada kokpit pesawat yang mirip dengan tanning bed.

Pilot yang terbang selama satu jam di atas ketinggian 30.000 km bisa mendapatkan jumlah radiasi yang sama dengan 20 menit pada tanning bed. Para peneliti juga percaya bahwa radiasi akan semakin tinggi ketika pilot terbang di atas awan tebal atau melewati salju karena dua kondisi tersebut bisa memancarkan radiasi sinar UV.

Paparan sinar berbahaya tersebut terjadi karena kaca depan pesawat tidak bisa memblokir radiasi UV-A karena kaca tersebut terbuat dari plastik polikarbonat atau kaca komposit multilayer.

Radiasi UV-A dapat menyebabkan kerusakan DNA dalam sel dan berperan dalam terbentuknya melanoma atau kanker kulit. Para awak dan kru pesawat juga mengalami peningkatan risiko terhadap paparan sinar kosmik (sinar-X), sinar gamma, dan partikel subatomik yang berasal dari luar angkasa.

Para peneliti dari University of California mengukur jumlah radiasi UV di ruang kokpit pesawat selama penerbangan. Radiasi di ruangan kokpit diukur di kursi pilot turboprop pada penerbangan melalui kaca plastik akrilik di tingkat dasar dan pada berbagai ketinggian di atas permukaan laut. Para peneliti kemudian membandingkannya dengan pengukuran yang dilakukan dalam tanning bed.

Meskipun radiasi ultraviolet gelombang pendek UV-B tidak bisa dengan mudah menembus kaca dan plastik jendela, gelombang panjang UV-A jauh lebih mungkin untuk bisa menembusnya. Kedua jenis sinar UV ini dapat menyebabkan penuaan kulit dan kanker kulit tentunya.

Transmisi sinar UV-A dalam pesawat inilah yang berkontribusi besar terhadap peningkatan risiko melanoma atau kanker kulit ganas pada pilot. Penelitian juga telah menunjukkan bahwa pilot maskapai penerbangan dan awak pesawat memiliki dua kali lipat bahkan lebih terhadap peluang terserang melanoma daripada manusia lainnya.

Seperti yang ditulis dalam jurnal Jama Dermatology, para peneliti yang dipimpin oleh Dr Martina Sanlorenzo, dari University of California di San Francisco, merekomendasikan untuk melakukan sebuah studi lanjutan untuk memeriksa tingkatan radiasi pada pekerja maskapai penerbangan lainnya.

Para peneliti juga menambahkan bahwa perlindungan terhadap sinar UV ini diperlukan pada kaca depan pesawat. Dan sangat disarankan kepada pilot dan awak kabin untuk menggunakan tabir surya dan memeriksakan kulit mereka secara berkala.(mee)

BACA JUGA: Latihan Plyometric untuk Latihan yang Intensif

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes