dampak obat pelangsing

Obat Pelangsing Bisa Picu Epidemi Obesitas

Para konsumen yakin pada hasil yang akan diberikan oleh obat dan pil penurun berat badan. Namun faktanya, tingkat obesitas di Amerika justru meroket. Mengapa demikian?

PILL

Hasil studi baru ini diterbitkan dalam Journal of Public Policy and Marketing. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keyakinan terhadap obat tersebut justru membuat mereka bertambah berat badannya.

Pada penelitian, peserta bebas menikmati kue cokelat yang diberikan, dengan satu kelompok yang lebih dulu diberikan pengetahuan mengenai obat pelangsing. Hasilnya, kelompok yang yang percaya dengan khasiat obat tersebut, secara signifikan memakan lebih banyak kue cokelat hingga 30 mangkuk.

“Obat yang menjanjikan berkurangnya berat badan tersebut dapat merusak motivasi untuk berperilaku hidup sehat,” tulis penulis Lisa E. Bolton (Pennsylvania State University), Amit Bhattacharjee (Dartmouth College), dan Americus Reed II (University of Pennsylvania). “Sederhananya, mengapa harus hidup dengan gaya hidup sehat jika obat pelangsing bisa mengatasi masalah?”

Tes tambahan menunjukkan bahwa semakin banyak cokelat yang disediakan, semakin banyak yang akan dimakan. Pasalnya, mereka tetap berharap pada obat penurun berat badan tersebut.

Studi ini memperingatkan bahwa sangat perlu untuk mengurangi berat badan dengan tidak berharap pada efek yang diberikan obat tersebut. Hal itu dikarenakan bisa memicu untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Para peneliti menyimpulkan, dengan semakin banyaknya obat yang beredar saat ini, maka penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk mengetahui dampak lain pada konsumen. Para produsen obat juga harus bertanggung jawab agar membuat obat dengan meminimalisir potensi yang berbahaya bagi konsumen. (ctr)

BACA JUGA: Studi: Perokok di Mobil Bisa Bahayakan Penumpang

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes