obesitas

Obesitas Tidak Selalu Sebabkan Gangguan Metabolik?

Obesitas sering dikaitkan dengan penyakit metabolik seperti stroke, diabetes, hingga penyakit jantung. Namun, studi terbaru mengatakan bahwa tidak semua obesitas dapat mengalami masalah tersebut.

obesitas

Studi baru yang dipublikasikan dalam The Journal of Clinical Investigation ini menyebutkan bahwa sejumlah peserta yang obesitas serta mengalami kenaikan berat badan, tidak selalu terkait pada risiko penyakit seperti diabetes, jantung, atau stroke.

Para peneliti dari Washington University School of Medicine melakukan studi pada 20 orang peserta obesitas yang mengalami kenaikan berat badan sebanyak 6 kilogram dalam waktu yang tidak lama. Untuk menaikkan berat badan tersebut, peserta diminta makan di restoran cepat saji yang telah ditunjuk oleh peneliti.

Peneliti kemudian mengamati efek naiknya berat badan pada metabolisme peserta. Sebelum dan sesudah berat badan naik, peneliti mengukur kemampuan peserta dalam mengontrol gula darah, lemak hati, komposisi tubuh, dan sensitivitas insulin.

Hasilnya, ketika peserta memiliki metabolisme normal saat studi di mulai, maka metabolisme mereka tetap normal ketika berat badan bertambah. Sementara jika metabolisme peserta mengalami masalah saat awal, maka peserta cenderung memiliki masalah saat berat badan naik.

“Penelitian ini menunjukkan sejumlah orang obesitas dapat terlindung dari efek metabolik akibat naiknya berat badan,” kata Dr. Samuel Klein, peneliti senior dan juga direktur Washington University’s Center for Human Nutrition seperti dilansir MedicalNewsToday, Senin (05/01).

Peneliti mengidentifikasi bahwa akumulasi lemak hati pada peserta yang menyebabkan gangguan metabolisme. Pasalnya, akumulasi lemak hati tidak ada pada peserta obesitas yang memiliki metabolisme normal. (ctr)

BACA JUGA: Obesitas Sebabkan Gangguan Sistem Imun?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes