One Day in Melbourne

Aku terbangun pagi hari, Missy mengirimkan sms ke aku, mengajak aku untuk join ke gym, and I said that I need more sleep. Jam di handphoneku masih menunjukkan pukul 6 pagi, yang berarti di Indonesia masih pukul 3 pagi, dan aku masih belum terbiasa dengan jam di Melbourne. Akhirnya aku tidur lagi sampai akhirnya terbangun oleh wekker pukul 8.30 (5.30 in Indonesia). Aku memesan breakfast, omelet telur, bacon, sausage, dan lain-lain yang ternyata sangat banyak porsinya. Orange juice untuk minumnya seharga $10 (gila disini semuanya cukup mahal ternyata).

Aku mencoba menghubungi Missy melalui telp hotel tetapi tidak berhasil, sekali lagi aku coba melalui handphone juga tidak berhasil, dan akhirnya pukul 10.30, setelah selesai mandi dan sarapan, aku memutuskan untuk keluar sendirian dari hotel untuk berjalan-jalan. Janji pertemuan kita masih pukul 11.45 dan aku masih punya banyak waktu.

Aku keluar dari hotel dan suhu pagi hari tidak sedingin perkiraanku, cukup enak. Aku sih tetap memakai double sweater. Aku berjalan dan mengambil banyak sekali foto. Lingkungan di sekitar hotel cukup nyaman dan tenang. Aku menyeberang jalan menuju ke area gereja dengan bentuk bangunan yang cukup unik buatku. Halaman gereja cukup besar dan angin berhembus cukup kencang. Aku suka dengan bentuk gereja tersebut dan mengambil banyak foto sebelum akhirnya aku keluar dari area gereja dan menuju ke arah taman yang ternyata cukup besar.

Hawa di tempat itu cukup sejuk. Aku berjalan-jalan, ugg outlet australia auckland sambil mengambil foto. Aku bertemu dengan seorang wanita paruh baya yang sedang mengamati seekor binatang di pohon. Aku mendekat dan bertanya binatang apa itu? Wanita itu mengatakan kalau itu seekor posum. Aku jadi teringat dengan film Ice Age dengan seekor mammoth yang berpikir dirinya adalah seekor posum:P Aku mengambil foto sambil berbincang-bincang dengan wanita tersebut. Dia mengatakan kalau dia cukup beruntung bisa melihat posum pagi hari disini karena biasanya mereka keluar pada malam hari. Kami mengobrol sampai akhirnya posum itu bergerak dan turun dari pohon. Ternyata cara berjalannya cukup lucu sambil berjingkat-jingkat seperti itu membuatku ingin ketawa. Hari ini tanggal 23 June, aku baru meninggalkan Indonesia selama 4 hari, but I miss my girl so I give her a call:)

Aku meneruskan perjalananku di taman tersebut selama beberapa saat sampai akhirnya Missy mengirimkan sms ke aku kalau dia sudah di kamar. Aku mengatakan kepada mereka kalau aku akan segera menyusul ke kamar mereka. Cukup jauh juga sih.

Sesampainya di kamar, ternyata mereka bukan dari gym. Gym di hotel tutup karena ada perbaikan dan mereka akhirnya keluar dari hotel untuk jogging. Aku berbincang-bincang dengan mereka sebentar sampai akhirnya Brian memutuskan mau mandi, dan aku kembali ke kamarku. Missy mengatakan kepadaku untuk dress up karena akan ada meeting dengan customer yang mereka belum pernah ketemu sebelumnya, dan better dress up. Jadi aku kembali ke kamarku, mengganti seluruh pakaianku dengan yang lebih formal (untuk aku bawa:P) dan mengganti sweater luar dengan jacket kulit dengan tulisan namaku di depan dan logo Ultimate Nutrition di belakang.

Jam 11.50 kami semua bertemu di lobby dan customer Ultimate sudah datang. Jim and Paul. Mereka berdua mengelola GNC Retail Store di Melbourne dan sekitarnya. GNC memiliki sekitar 65 toko ternyata di daerah tersebut. Cukup banyak juga. Kami diajak berkeliling di pusat perbelanjaan di Melbourne untuk mengunjungi beberapa counter GNC di daerah tersebut.

"Hip

moncler jacket acorus 2 com/wp-content/uploads/2008/06/img_0620.jpg” alt=”” />

Ultimate Nutrition cukup flexible dalam menyuplai barang ke Ultimate Nutrition. Ternyata memang benar, apa yang membuat Ultimate Nutrition berhasil menjadi salah satu company terbesar di US adalah karena mereka sangat care terhadap customernya. Selain di Singapore dan Vietnam, di Australia ini mereka juga bernegosiasi tentang pembuatan produk khusus untuk di daerah ini. Produk yang diciptakan sesuai dengan permintaan dan kebutuhan market inilah yang membuat Ultimate bisa maju begitu cepat.

Counter-counter GNC disini keliatannya sedikit lebih besar daripada yang ada di Indonesia. Setelah berjalan-jalan sekitar 5 counter sampe sedikit sore, kakiku mulai capek dan aku berusaha mencari kursi di belakang meja kasir atau sekitarnya. Ternyata tidak ada yang namanya kursi. Semua pegawai di GNC tidak diijinkan untuk duduk:(

Setelah itu kami semua diajak mengunjungi kantor pusat GNC dan melihat-lihat ke dalam warehousenya yang ternyata cukup besar. Selesai melihat-lihat warehouse, kami memasukki ruangan meeting. Brian mendengarkan permintaan-permintaan produk khusus untuk Australia. Setelah itu, Jim n Paul meminta aku untuk sharing tentang bagaimana caraku mengembangkan sistem di Indonesia. Aku memberikan sedikit gambaran tentang Ultimate Nutrition di Indonesia.

Selesai meeting pukul 6.15 tetapi kami masih berbincang-bincang sampai pukul 6.30. Masih banyak staff disitu yang belum pulang. Setelah itu Jim mengajak kami ke restoran di bawah apartmentnya, dan menyuruh Paul mengikutinya. Jim mengatakan kalau dia sakit kepala. Setelah masuk ke restoran dan memesan menu makanan, Jim mengatakan kalau sakit kepalanya bertambah parah dan mungkin perlu panadol. Missy mengatakan dia bawa obat sakit kepala tapi ada di kamar hotel. Aku langsung memberinya panadol yang ada di tas pinggangku. Mereka terlihat keheranan karena aku membawa panadol. Aku mengatakan kalau aku ga mau kayak tahun lalu, ketika aku transit di Jepang dan membawa uang cuman sebesar 1000 Yen untuk 1x makan. Sampai di Jepang, ternyata aku sakit kepala dan harus membeli obat sebesar 600 Yen. Dan menu makanan rata-rata 900-1200 Yen. Untunglah di foodcourt airport menerima credit card. Aku juga membawa antangin di tas pinggangku :P Akhirnya Jim tidak kuat, dan pulang ke atas, ke apartmentnya, dan kami meneruskan makan malem bersama Paul.

Selesai makan, keluar, ternyata hawa sangat dingin, bahkan Missy yang biasa dengan suhu dingin saja masih menggigil. Setelah menunggu sambil kedinginan di luar beberapa saat, kami akhirnya mendapatkan taksi dan berhasil kembali dengan masih kedinginan ke dalam hotel. monster beats apple accessories

"Plank

Kamarku dingin sekali, cleaning service menurunkan suhu ruangan yang sudah aku set di 24C menjadi 21.5C. Mungkin 21.5C cukup enak kalau habis dari tempat panas, tetapi kalau habis kedinginan di 10C dan masuk ke 21.5C, tidak ada efeknya. Tetap saja kedinginan. Aku menyalakan shower air panas, uapnya sedikit membantu, dan beberapa saat suhu ruangan sudah mencapai 22.5C. Aku lupa membeli air minum. 500ml air minum di ruanganku ditulis dengan besar-besar seharga $5 !!!! hampir 45rb buat air sebotol kecil begitu. Makan di Fish n Co EX aja aku merasa avian sudah mahal, tapi ini bahkan dua kali lipat. Dan di sebelahnya, mereka memberiku termos yang setelah aku buka, isinya ternyata es batu. Orang gila mana pikirku yang mau minum es pada saat kedinginan seperti ini? Mungkin petugas hotel berpikir aku koq tidak menyentuh air minumnya, dan memberiku es supaya aku membuka botol air seharga $5 dan meminumnya dengan es batu tersebut. Akhirnya aku dapet ide, es batu aku keluarkan semua, aku taruh di dalam gelas, dan ternyata pas, kemudian aku taruh di bawah lampu baca yang panas. Bener saja, tidak lama kemudian mulai leleh dan aku mendapatkan segelas air:))

And akhirnya, aku mandi, dan memberesi semua barang-barangku karena besok pagi aku diajak missy berangkat bersama dia, flightku jam 12 sebenarnya, dan flight missy jam 11. dia ingin berangkat jam 8 pagi. Jadi aku akhirnya berangkat bersama dia. Right now, I need my sleep and thx for the call Flora:)

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes