Hari pahlawan, tokoh binaraga Indonesia, Atlet Binaraga, Atlet Harumkan Indonesia

‘Pahlawan’ Binaraga yang Harumkan Indonesia di Mata Dunia

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa para pahlawannya. Mungkin ungkapan itulah yang harus ditanamkan kepada anak cucu kita di masa sekarang. Kita tidak akan menikmati kemerdekaan jika tanpa kerja keras dan perjuangan para pahlawan yang gigih berani mengusir penjajah dari bumi nusantara.

gold medal

Kini, pahlawan tak hanya dimaknai sebagai orang yang mengangkat senjata, membawa bambu runcing untuk melawan kolonialisme demi mempertahankan martabat bangsa. Namun, sekarang kata pahlawan mempunyai makna yang lebih luas. Pahlawan pada masa sekarang lebih diidentikan dengan orang-orang yang menginspirasi dan mempunyai prestasi di ajang internasional, sehingga dapat menjunjung martabat bangsa di mata dunia. Misalnya, seperti olahraga di bidang binaraga.

Sebenarnya Indonesia memiliki beberapa atlet binaragawan tingkat internasional. Hanya saja, media tidak terlalu memberikan ruang bagi atlet-atlet berprestasi di bidang ini untuk dikenal masyarakat luas. Padahal, siapa pun dan di bidang apapun, jika itu telah mengharumkan nama negara di tingkat internasional melalui prestasinya, maka nama mereka sejajar dengan pahlawan yang telah menjaga dan menjunjung tinggi martabat bangsa.

Pada momentum Hari Pahlawan ini, duniafitnes.com telah merangkum beberapa pahlawan atlet binaragawan dan binaragawati yang telah berjasa membawa nama Indonesia di kancah internasional. Mari kita lihat, siapa saja kah pahlawan tersebut?

1. Levi Rumbewas

Levi Rumbawe
Siapa sangka, Tanah Papua menyimpan mutiara hitam yang sangat berpotensi mengharumkan nama Indonesia di tingkat Internasional. Siapa yang tak kenal dengan Levi Rumbewas, atlet senior yang mengharumkan Indonesia di kancah internasional tersebut menjadi tonggak pertama yang memelopori munculnya banyak atlet binaragawan di Indonesia. Nama Levi Rumbewas banyak digaungkan pada masa kejayaannya yaitu pada tahun 80-an. Levi telah membuktikan kepada Indonesia dan dunia bahwa dirinya merupakan atlet binaraga terbaik dan berprestasi pada kelas 70kg dengan perolehan medali emas pada Asean Games tahun 1987 dan 1989.

Tak hanya levi, darah atletnya pun juga menurun pada keluarga besarnya. Anak dan istrinya pun mengikuti jejaknya menjadi atlet binaragawan. Putri kesayangannya Raema Lisa Rumbewas kini telah menjadi atlet angkat besi, begitu pula dengan istrinya tercinta Ida Korwa.

2. Zarmi Bachtiar

Zarmi Bachtiar

Jika dunia mempunyai Arnold, Shawn Ray, dan Dorian Yates sebagai atlet binaragawan terbaik, maka Indonesia juga tak mau ketinggalan dengan pahlawan binaragawan terbaiknya. Zarmi Bachtiar, melalui ajang pertandingan binaraga banyak membuat namanya tercatat sebagai binaragawan yang sukses pada zamannya. Pria kelahiran Bukit Tinggi 27 September 1945 tersebut mengemas lekuk tubuhnya menjadi berotot pada kelas 65 kg.

Dengan mengawali ajang binaraga nasional pada tahun 1970, Zarmi membuktikan bahwa karirnya di bidang binaraga tak main-main. Terbukti, dirinya berkesempatan menyalakan api PON XVIII di Riau, dan hanya membutuhkan 3 tahun untuk mendapatkan medali perak pada PON VIII di tahun 1973. Tak cukup hanya di kejuaraan nasional, Zarmi juga membuktikan prestasinya dengan mengharumkan nama Indonesia di ajang bergengsi internasional. Namanya menjadi sangat dikenal setelah dirinya berkali-kali menyabet medali perunggu di SEA Games tahun 1981 di Manila, medali perak di Sea Games tahun 1987, dan medali emas berturut-turut di tingkat ASEAN mulai tahun 1983, 1984, michael kors abbey backpack access review dan 1985. Itulah sebabnya, sampai saat ini Zarmi Bactiar dianggap sebagai maestro binaraga dan pahlawan binaraga yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

3. Asrelawandi

asrelawandi
Nama atlet binaragawan selanjutnya yang di sejajarkan dengan pahlawan, karena jasanya dalam mengharumkan nama bangsa Indonesia adalah Asrelawandi. Meskipun usianya tergolong senior, namun atlet kelahiran Riau tersebut membuktikan bahwa tekad dan usahanya tak kalah dengan eksistensi semangat pemuda militan. Tak ada lawan yang mampu menandinginya selama berkompetisi di bidang binaraga. Bahkan, namanya telah di akui oleh beberapa Negara di Asia.

Asrelwandi dikenal sebagai spesialis binaraga kelas 60 kg. Pertama sejak dirinya bergelut di dunia binaraga pada tahun 1983, Asrelwandi selalu menorehkan prestasi dengan menyabet medali emas di perhelatan olahraga akbar bertaraf dunia dan Asia. Itulah sebabnya, Asrelawandi berhasil membuktikan bahwa dirinyalah atlet binaraga terbaik dengan mengumpulkan 6 medali emas selama PON. Hingga saat ini, dirinya masih aktif mendedikasikan diri pada dunia binaraga dengan mencetak bibit-bibit binaraga baru untuk dapat mengharumkan nama Indonesia.

4. Wempi Wungau

wempi wungau fix
Atlet binaragawan berikutnya yang ikut andil dalam mengharumkan nama Indonesia adalah Wempi Wungau. Dirinya benar-benar membuktikan keahliannya pada dunia dengan memborong pulang beberapa kali medali emas secara berturut-turut selama tahun 1989 hingga tahun 1987. Meskipun pada prestasi puncaknya di Asean Games 2002 di Busan Korea Selatan dirinya hanya menyabet medali perak, namun perjuangan Wempi Wungau dalam mengharumkan nama Indonesia patut diberikan acungan jempol.

Namun kini, setelah karier binaraganya yang redup karena faktor usia, kesenjangan nasib begitu terlihat. Pundi-pundi kesuksesan yang diraihnya pada masa muda, kini tak dapat lagi dirinya nikmati. Janji manis pemerintah hanya menyisakan kepahitan dalam hidupnya. Di usianya yang lebih dari setengah abad itu, kini dirinya harus berusaha keras menafkahi keluarganya dengan hanya menjadi petugas keamanan. Sungguh ironis, pahlawan bangsa yang dulu di elu-elukan namanya, kini tak dikenal gaungnya di negara sendiri.

5. Ade Rai

ade rai fix
Jagat binaraga mungkin sudah tak asing lagi dengan I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai, atau yang lebih dikenal dengan Ade Rai. Awalnya, nama Ade Rai bukan lahir dari dunia binaraga, melainkan dari bidang olahraga bulu tangkis yang digelutinya sejak usia 8 hingga 17 tahun. Namun, karena didorong keinginan kuat untuk memiliki tubuh proporsional yang atletis, dirinya banting setir dengan kegiatan barunya pada weight training.

Setelah lama bergelut dengan besi, Ade Rai mengalami perubahan struktur tubuh yang sangat cepat dan fantastis. Tubuhnya mulai terlihat kekar dan berotot. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Ade Rai akhirnya terjun ke dunia binaraga dengan mengikuti beberapa kejuaraan otot. Benar, potensinya sangat mengagumkan. Pada tahun 1992 merupakan awal bagi dirinya dalam berprestasi di ajang binaragawan. monster beats audio adidas Hingga masa kejayaannya, Rai selalu dikenal dengan ciri khas rambut gondrong yang dikuncir di belakang. Pada tahun 1994, dirinya mulai banyak memperoleh kemenangan dari ajang binaraga mulai bertarak lokal, nasional seperti PON, bahkan hingga internasional.

Adapun kejuaraan tersebut adalah medali emas SEA Games 1997, juara I IFBB Indonesian National Championship, ABBF/IBBF Mr. Asia 1995 dan 1998, Mr. ASEAN 1995, juara I Muscle Mania Word 1996 dan 2000, overall winner Superbody World Profesional tahun 2000. Bukan hanya itu, Ade Rai juga aktif mengampanyekan pola hidup sehat kepada masyarakat Indonesia. Itulah sebabnya, berkat dedikasi penuh terhadap dunia binaraga dan kepedulian mengampanyekan hidup sehat, Ade Rai pantas di sejajarkan dengan pahlawan Indonesia yang mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang bergengsi internasional.

6. Syafrizaldi

syafrizaldi top
Jika Anda memang bergelut di dunia Binaraga, mungkin mendengar namanya sudah tak asing lagi bagi Anda. Atlet ini terkenal dengan keelokan serta kesimetrisan struktur otot yang menawan. Ya, dia adalah Syafrizaldi. Binaragawan asal Medan ini dulunya bukanlah siapa-siapa. Dirinya hanyalah sebagai pedagang teh botol di Senayan, Jakarta. Bang Rizal, sapaan akrabnya, awalnya tertarik dengan olahraga tinju. Namun karena larangan dari ibundanya, dirinya harus memupuskan harapannya menjadi atlet tinju Indonesia.

Gagal dengan menjadi petinju, dirinya malah mendapatkan ilham untuk menjadi seorang atlet binaragawan. Baginya, membentuk otot adalah sebuah seni. Hal ini dikarenakan, otot yang menempel pada tubuh kekarnya sama halnya dengan ukiran dalam sebuah kayu. Syafrizaldi populer dengan julukan raja kelas 75kg. Dirinya juga berhasil mengukir prestasi membanggakan bukan hanya di Negara sendiri, melainkan juga di ajang internasional. Terbukti, ajang kejuaraan seperti PON, SEA Games, WBPF telah dimenangkannya.

Atlet yang mewakili Jawa Timur ini menyatakan pindah kelas ke 80kg pada kompetisi Asia Body Building dan Physique Championship di Ho Chi Minh Vietnam pada beberapa tahun yang lalu. Di usianya yang hampir menginjak setengah abad, Bang Rizal tetap haus akan menjadi juara. Dirinya tidak menjadikan umurnya sebagai batasan prestasi. Ia malah ingin mencontohkan kepada juniornya , bahwa usia bukanlah faktor untuk terus berprestasi.

7. Komang Arnawa

komang arnawa

Nama Konang Arnawa memang terdengar asing bagi telinga kita. Namun, moncler outlet polo 2 jika Anda mempertanyakan prestasinya di bidang binaraga, maka namanya sejajar dengan nama binaragawan senior di Indonesia. Nama Komang Anawa mulai dikenal setelah dirinya menyabet juara pertama di ajang Natural Olympia VIII dalam kategori Profesional Men, yang digelar di Las Vegas, AS pada tahun 2005.

Bukan hanya itu, dirinya merupakan atlet binaragawan pertama di Indonesia yang dapat menembus kejuaraan yang diselenggarakan International Natural Body Building Association (INBA). Pria asal Gianyar, Bali tersebut dinyatakan sah sebagai juara setelah dilakukan tes doping yang dilakukan World Anti Doping Agency (WADA). Sebenarnya, kejuaraan tersebut bukanlah prestasi pertama Komang Arnawa. Sebelumnya, pada tahun 2004 dirinya juga pernah menyabet juara pertama kelas profesional di ajang Musclemania Pro World Championship di Los Angelas, California, AS. Kemenangan yang tak pernah diduga karena merupakan kali pertama ia bertanding di kelas profesional. Itu pun tanpa modal kemenangan di kejuaraan amatir dunia.

8. Sri Jadiah Alnur

ani
Tak hanya pria yang dapat berkarya dan berprestasi dalam ajang binaraga di tingkat internasional. Wanita pun juga memiliki kesempatan yang sama dalam hal ini. Sri Jadiah Nur, atau yang biasa disapa dengan Any merupakan wonder woman yang telah membantu mengharumkan nama Indonesia di bidang binaraga. Wanita kelahiran Banjarmasin, 14 Desember 1981 tersebut telah berpengalaman di bidang binaraga. Bukan hanya namanya saja yang terkenal di tingkat nasional, Any juga berhasil menggaungkan namanya di tingkat dunia.

Any juga pernah mendapatkan juara I Ultimate Body Contest (UBC) kategori female East Java pada tahun 2010. Untuk kejuaraan internasional, Any juga pernah menyabet juara 1 Place Female Bodybuilding Singapore Championship SFBF pada tahun 2011, dan menyabet juara Bodybuilding under 49 kg IFBB Asian Championships, Tashkent, di Uzbekistan pada tahun 2012. Prestasinya yang terbaru, Any kembali mengharumkan tanah air di kancah internasional pada tahun 2013 lalu. Dirinya berhasil meraih juara pertama kategori binaraga under 49 di ajang body fitness HKFBF 2013 di Hongkong. Jejaknya di bidang binaraga telah menginspirasi banyak wanita di Indonesia untuk melakukan hal yang sama. Dengan ini pula Any telah mematahkan anggapan bahwa tidak hanya pria yang bisa berprestasi cemerlang di bidang binaraga.

Itulah nama-nama yang layak di sejajarkan dengan pahlawan Indonesia. Karena, arti pahlawan sendiri adalah orang yang mampu mengharumkan martabat bangsa baik dengan dedikasi atau prestasinya. Namun, untuk menjadi pahlawan tidak harus menunggu prestasi di ajang internasional. Mulailah dengan hal mendasar yang bermanfaat bagi orang lain, seperti mengajak untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga. Nah, selamat memperingati Hari Pahlawan, semoga semangat pahlawan selalu ada pada diri kita. (gie)

BACA JUGA: Ryan Gosling: Dari Kurus Hingga Menjadi Pria Terseksi Hollywood

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes