menurut WHO tentang campak

Perangi Campak, WHO Kejar Target 2015

Meski perkembangan mengenai vaksinasi campak terlihat kurang baik, Badan Kesehatan Dunia (WHO) tetap mengejar target 2015. Yakni semaksimal mungkin mencegah dan mengurangi angka kematian akibat campak.

campak

Hal ini seperti data terbaru yang dipublikasikan WHO Weekly Epidemiological Report dan The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Morbidity and Mortality Weekly Report (13/11). Menurut data tersebut, angka kematian akibat sakit campak berkembang dari 122.000 orang pada 2012 menjadi 145.700 orang pada 2013.

“Ini adalah perkembangan yang tidak baik dalam meningkatkan vaksinasi campak yang telah menjadi wabah besar penyakit yang sangat menular ini dan menjauhkan dari target turunnya angka kematian pada tahun 2015 mendatang,”kata Dr. Peter Strebel dari WHO Department of Immunization, Vaccines, and Biologicals.

“Negara-negara harus segera memprioritaskan mempertahankan dan meningkatkan cakupan imunisasi. Kegagalan untuk membalikkan tren yang mengkhawatirkan ini bisa membahayakan momentum yang dihasilkan dalam satu dekade prestasi untuk mengurangi angka kematian akibat campak,” tambah Dr. Strebel.

Kurangnya Dukungan Finansial

Hasil yang cukup positi untuk memerangi campak dalam beberapa tahun terakhir adalah diperkirakan mampu mengurangi angka kematian sebanyak 15,6 juta melalui vaksinasi selama 2000-2013.

“Penurunan pendanaan global dari pemerintah telah menyebabkan kampanye imunisasi ditunda dan kurang optimal, sehingga wabah besar yang mengancam keberhasilan yang telah diraih,” kata Robert Kezaala, Penasehat Kesehatan Senior UNICEF bidang Imunisasi

Target 2015

Melihat target untuk tahun 2015 mendatang akan sangat penting untuk meningkatkan kesadaran tentang campak dan risiko yang terkait karena tidak memvaksinasi anak-anak. Hambatan yang menghambat upaya imunisasi akan perlu ditangani, termasuk finansial dan kebutuhan untuk memperkuat sistem kesehatan.

Selama tahun 2013, 205 juta anak-anak yang diimunisasi campak melalui kampanye besar-besaran dilakukan di 34 negara, seperti Kamboja, Cape Verde, Ghana, Jordan, Senegal, dan Sudan. Tujuh negara sudah merencanakan untuk menggelar vaksinasi massal pada bulan November 2014. Yakni Benin, Burkina Faso, Pantai Gading, Laos, Mali, Mauritania dan Yaman.

Pada tahun 2010 lalu, Dewan Kesehatan Dunia membuat tiga target utama untuk pemberantasan campak yang harus dicapai pada tahun 2015:

1.Meningkatkan imunisasi rutin dengan dosis pertama vaksin campak (MCV1) untuk anak usia 1 tahun hingga 90 persen secara nasional dan 80 persen di setiap kabupaten atau tiap administratif.
2.Mempertahankan dan mengurangi campak tahunan hingga kurang dari lima kasus tiap satujuta penduduk.
3.Mengurangi angka kematian akibat campak hingga lebih dari 95 persen dari angka estimasi sebesar 2000.

WHO sangat menyarankan bahwa setiap anak menerima dua dosis vaksin campak. Tak berhenti sampai disini, perawatan setiap dua hingga empat tahun juga harus rutin dilakukan agar penyakit tersebut tidak muncul kembali. (ctr)

BACA JUGA: 500 Kali Sit Up Tak Jamin Anda Dapatkan Perut Sixpack

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes