Saat Merah Putih Berkibar di Olimpiade

Perjalanan menuju Olimpiade London 2012 semakin dekat. Hanya atlet terbaik negeri ini yang akan menjadi Olympian.

Jumlah atlet yang dinyatakan lolos kualifikasi Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk diberangkatkan ke London 27 Juli – 12 Agustus 2012 mendatang sebanyak 17 orang. “Indonesia dari tahun 1956 ikut Olimpiade sampai sekarang. Secara keseluruhan sudah 305 atlet Indonesia yang pernah ikut Olimpiade. Tugas kami di sini adalah mempromosikan Olimpiade. IOC (International Olympic Associaton) memberikan waktu selama 12 bulan pada atlet untuk masuk Olimpiade,” kata Lukman Niode, Sekjen Indonesia Olympian Association (IOA) saat temu pers ‘Indonesia Menuju London 2012 Olympic Games’, bertemakan ‘Menuju Kemenangan yang Terus Menyala’ di Portico Restaurant, Senayan City, Jakarta, Kamis 7 Juni 2012.

Mengulik beberapa tahun ke belakang saat bendera merah putih berkibar dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan di Olimpiade. Adalah Richard Sam Bera, Susy Susanti, dan Yayuk Basuki, tiga atlet yang pernah mengharumkan Indonesia di ajang olahraga paling bergengsi tersebut.

Richard Sam Bera, atlet renang peraih 25 medali emas, serta pemecah rekor Sea Games 1989-2007, mengatakan Olimpade adalah pentas olahraga tertinggi di dunia. “Seorang atlet harus berjuang dari level pertandingan paling bawah untuk bisa mencapai ke sana. Tampil di ajang pesta olahraga empat tahunan mewakili negaranya adalah kehormatan terbesar seorang atlet,” kata Richard.

Bagi para atlet, pastinya merupakan suatu kebanggaan tersendiri bisa bertanding di Olimpiade Perjuangan luar biasa berat. Latihan lebih keras. Dan bukan hanya latihan teknik dan fisik yang harus diperhatikan. Tetapi juga gaya hidup sehat. Hal ini dipaparkan langsung oleh Susy Susanti, peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992.

“Saya harus disiplin dalam berbagai hal. Misalnya makanan, minuman, dan waktu istirahat, karena semua itu bisa memengaruhi stamina saya. Jika biasanya saya berlatih hanya dua kali sehari. Untuk menghadapi Olimpiade, saya berlatih tiga kali sehari,” tutur Susy.

“Suatu kebanggaan dapat masuk dalam Olimpiade. Perjalanannya sangat sulit, karena harus melewati seleksi dan mengumpulkan poin-poin. Harus menghasilkan yang terbaik, harus kerja keras, motivasi yang tinggi, dan beban yang berat untuk mewakili Indonesia. Namun saat saya melihat bendera merah putih berkibar di sana, ada suatu kebanggaan dan keharuan tersendiri,” sambungnya.

Yayuk Basuki, petenis ranking 21 dunia tahun 1997 pun tak mau kalah berbagi cerita. Berhasil tampil empat kali di Olimpade. Ia mengaku tidak pernah puas atas apa yang telah diraihnya kala itu. “Dengan kerja keras yang saya lakukan, saat itu saya hanya bisa capai peringkat 50 besar dunia. Dalam pikiran saya hanyalah terus berlatih dan berikan yang terbaik bagi Indonesia,” tutup perempuan ramah senyum itu.

Tinggal hitungan hari lagi atlet-atlet terbaik di seluruh dunia akan mengadu kemampuan mewakili negara mereka masing-masing di Olimpiade London 2012. Ayo, kita dukung Indonesia. Indonesia pasti menang! (aai)

BACA JUGA : Adidas Supernova™ Glide 4

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes