Saraf dan Hormon Ini Bisa Menyebabkan Diet Gagal lho!

Saraf ini bertugas memberitahu otak bahwa perut Anda sudah penuh dan kenyang, tetapi ketika ‘ditugaskan’ pada makanan junk food, saraf tersebut justru berhenti dari tugasnya.

Inilah Saraf dan Hormon yang Mengganggu Diet Anda!

Hal ini sangat mengganggu program diet yang sedang dilakukan, karena menyebabkan seseorang untuk makan lebih banyak makanan berlemak hingga benar-benar merasa kenyang.

Para peneliti mengatakan bahwa penelitian ini bisa menjelaskan mengapa sebagian besar pelaku diet gagal menurunkan dan mempertahankan berat badan mereka.

Tim peneliti dari University of Adelaide, Australia, memfokuskan penelitian pada saraf lambung yang bertugas memberitahu otak saat perut telah terisi makanan, namun mereka menemukan bahwa ternyata saraf tersebut kurang responsif pada makanan yang berlemak.

“Respon saraf lambung tidak bekerja denga normal setelah kembali pada diet sehat, ini berarti Anda harus makan lebih banyak sebelum memulai pekan diet Anda,” ujar Dr. Amanda Page, seorang profesor sekaligus pemimpin penelitian ini.

Masalah ini diperparah lagi oleh leptin yang biasa disebut hormon lapar, biasanya hormon ini membantu menghentikan seseorang untuk makan berlebihan. Namun, jika berhadapan dengan makanan yang berlemak, hormon tersebut bertindak pada saraf lambung yang membuatnya semakin sulit untuk memberikan sinyal ‘penuh’ pada otak.

Meskipun penelitian ini menggunakan tikus, Dr. Page menyatakan bahwa tikus memiliki implikasi yang sama untuk obesitas, mereka mencoba menurunkan berat badan dan juga mempertahankan berat badan.

“Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk menentukan berapa lama efeknya dan apakah ada cara atau obat untuk mengelabui perut saat diet,” kata Dr. Amanda Page dalam pernyataan yang ditulis oleh International Journal of Obesity beberapa waktu lalu.

Para ahli di Inggris berpendapat, bahwa penelitian ini mendesak para pelaku diet untuk tidak putus asa dalam menjalankan dietnya, bahkan ketua UK Association for the Study of Obesity, Profesor Jason Halford, mendesak orang untuk berdiet dan mengisi jadwal olahraga ke dalam rutinitas sehari-hari tanpa perlu terlalu membatasi diri.

“Perubahan jangka panjang dalam perilaku merupakan kunci sukses diet yang abadi,” tutur Profesor Jason Halford. (boy)

BACA JUGA : Jangan Abaikan Mineral Penting ini Jika Ingin Saraf Anda Sehat

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes