patah tulang

Statin Ternyata Tak Kurangi Risiko Patah Tulang

Salah satu obat penurun kolesterol yang paling dikenal, yaitu statin, sebelumnya diyakini dapat mengurangi risiko patah tulang. Namun, hasil studi mematahkan anggapan tersebut.

patah tulang

Studi dilakukan pada hampir 18.000 orang tua dengan dua metode, yaitu pemakaian statin Crestor (Rosuvastatin) dan plasebo. Selama penelitian terjadi 431 kasus patah tulang. 221 kasus yang menggunakan Crestor, sementara 210 unuk yang menggunakan plasebo.

“Studi kami tidak membuktikan bahwa penggunaan statin sesuai resep yang sama untuk penyakit jantung, dapat mengurangi risiko patah tulang,” kata ketua penelitian, Dr. Jessica Pena seperti dilansir medicinenet.com.

Pada penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa statin yang digunakan untuk mengobati penyakit jantung juga dapat mengurangi risiko patah tulang.

“Namun, dalam uji klinis ini secara acak dari pria dan wanita dengan bukti inflamasi, pengobatan dengan rosuvastatin tidak mengurangi risiko patah tulang selama masa studi,” kata Pena.

Meskipun Crestor adalah satu-satunya statin yang diuji, Pena mengatakan hasil yang sama telah ditemukan dalam studi menggunakan statin lainnya. “Hasil kami konsisten dengan dan memperluas temuan dari studi ini,” katanya.

Hasil penelitian ini dipublikasikan secara online dalam JAMA Internal Medicine (01/12). Hasil ini juga menegaskan bahwa Crestor bukanlah satu obat untuk mengobati dua penyakit yang berbeda, yaitu penyakit jantung dan osteoporosis. (ctr)

BACA JUGA: Studi : Sering Minum Susu Tak Jamin Anda Kebal dari Patah Tulang

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes