Diet Mempengaruhi Pertumbuhan Kanker

Bagaimana Diet Pengaruhi Pertumbuhan Kanker?

Sudah banyak penelitian yang menunjukkan adanya hubungan antara diet tinggi kalori dengan peningkatan risiko kanker. Namun, beberapa tahun ini penelitian telah ditemukan bahwa mengubah diet tinggi kalori menjadi diet rendah kalori dapat mendorong pertumbuhan tumor atau malah menguranginya.

Diet-menyikas

Hubungan antara diet dan kanker telah lama diteliti oleh peneliti. Hasil umum yang dapat disimpulkan adalah bahwa diet tidak sehat dapat berkontribusi pada perkembangan kanker, sedangkan diet sehat dapat mencegah hal itu.

Tahun lalu, misalnya, Medical News Today melaporkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa diet rendah lemak dilengkapi dengan omega-3 dapat mengurangi risiko kanker prostat. Dan studi lain yang diterbitkan pada akhir tahun 2014 menyatakan bahwa pengurangan asupan lemak dalam diet dapat meningkatkan kelangsungan hidup pada wanita dengan kanker payudara.

Namun sebuah tim yang terlibat dalam studi terbaru, dipimpin oleh Prof. Roberto Coppari dari Fakultas Kedokteran di Universitas Jenewa di Swiss menemukan bahwa mekanisme diet yang mempengaruhi pertumbuhan tumor belumlah jelas, dan oleh karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut. monster beats amazon australia

Secara khusus, para peneliti akan fokus pada tumor yang disebabkan oleh mutasi pada gen KRAS, yang sering ditemukan di paru-paru, pankreas, dan usus besar.

Prof. Coppari dan timnya ingin melihat bagaimana peralihan diet tinggi kalori ke diet rendah kalori mempengaruhi pertumbuhan tumor dalam paru-paru.

Diet Tinggi Kalori Meningkatkan Stres Dalam Retikulum Endoplasma
Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism mengungkapkan bahwa konversi dari diet rendah kalori ke tinggi kalori tampaknya mengurangi pertumbuhan tumor, namun hal ini terjadi ketika diet tinggi kalori diadopsi sebelum tumor tersebut mulai tumbuh. Jika mengganti diet rendah kalori ke diet tinggi kalori terjadi setelah pertumbuhan tumor terjadi, hal tersebut malah akan memicu meningkatnya pertumbuhan tumor.

Pada analisa lebih lanjut, tim menemukan bahwa perubahan dalam diet memicu peningkatan stres dalam retikulum endoplasma yang merupakan daerah dalam sel yang mengatur organisasi protein. Kenaikan stres di daerah ini dapat meningkatkan ekspresi chaperon, moncler outlet polo 2 yang merupakan molekul yang membantu protein agar berfungsi sebagaimana mestinya.

Para peneliti juga mencatat bahwa terlalu banyak peningkatan stres dalam retikulum endoplasma dapat menyebabkan kematian pada sel, membuat sel-sel tidak dapat memicu pertumbuhan tumor. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa mengubah diet Anda menjadi diet tinggi kalori dapat mengurangi pertumbuhan tumor.

Tim peneliti pun mengatakan bahwa mengubah pola diet Anda menjadi diet tinggi kalori setelah tumor tumbuh dapat memicu pertumbuhan sel kanker lebih lanjut karena sel tumor sudah beradaptasi dengan peningkatan stres pada retikulum endoplasma. Semakin stres bagian tersebut, maka akan semakin meningkat pula perkembangbiakan sel tumor Anda.

Mengomentari hasil temuan para peneliti, rekan dalam studi tersebut Giorgio Ramadori dari Universitas Jenewa mengatakan bahwa:

“Studi kami tidak menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi junk food, orang akan terlindungi dari kanker paru-paru. Tapi diet tinggi kalori sudah membantu kami menemukan mekanisme molekuler yang sangat khusus yang diperlukan untuk sel-sel tumor di paru-paru untuk berkembang biak yang bisa membuka jalan bagi kami untuk menemukan terapi dan cara pengobatan terbaru,” ungkapnya.

Prof. Coppari dan timnya mencatat bahwa pengobatan kanker biasanya menyebabkan kematian kedua jenis sel, nfl-jerseys-at-walmart-aliexpress yaitu sel kanker dan sel sehat. Mereka mengatakan bahwa dengan memblokir FKBP10, atau ekspresi chaperon yang merupakan molekul yang membantu protein agar berfungsi sebagaimana mestinya bisa merusak perkembangbiakan sel kanker tanpa membunuh sel-sel yang sehat. Dengan ditemukannya fakta tersebut, berarti telah ditemukan pula strategi baru yang potensial untuk mengobati pasien kanker.

Dalam studi ini Prof. Coppari menunjukkan bahwa dengan menghambat FKBP10 atau ekspresi chaperon menyebabkan pertumbuhan sel kanker paru-paru manusia berkurang tanpa merusak sel-sel yang sehat.(mee)

BACA JUGA: Jumlah Air yang Harus Diminum Ketika Latihan

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes